-->

Wilders Berniat Pidato di Lokasi Ground Zero



Di Belanda, pro-kontra politik melingkari keinginan Geert Wilders yang ingin berpidato di Ground Zero, New York.

Pada 11 September mendatang akan digelar unjuk rasa besar menentang pembangunan gedung Islamic Center di sana.

Di lingkaran tertentu di Amerika, Geert Wilders dianggap sebagai tamu terhormat. Contohnya, di kalangan media dan politisi yang setuju dengan ideologinya menentang Islam.

Wilders mengatakan: "Kita tak bisa melepaskan diri dari ideologi-ideologi totaliter yang ingin menghancurkan kita. Dan di masa kini ideologi totaliter yang ingin menghancurkan kita adalah Islam. Kita harus bangkit dan melawannya."

Di lingkaran politik nasional di Den Haag kemarahan muncul menanggapi keinginan Wilders berpidato di Ground Zero, New York. Pada 11 September 2001, di tempat berdirinya menara WTC itu, 3000 orang meninggal akibat serangan ekstrimis muslim yang menggunakan pesawat bajakan.

Wilders akan berpidato di hadapan para pengunjuk rasa yang memprotes rencana pembangunan Pusat Islam, beberapa blok dari tempat terjadinya tragedi 9/11. Ia diundang oleh organisasi Stop Islamisasi Amerika, yang didukung oleh politisi konservatif Amerika seperti Newt Gingrich dan Sarah Palin.

Kebencian Geert Wilders akan Islam bukan hal baru. Yang baru adalah peran politiknya. Pada pemilu Belanda Juni lalu Wilders berhasil merebut banyak kursi di parlemen. Pembentukan pemerintahan baru akan sulit dilakukan - jika tak bisa dibilang mustahil - tanpa dukungannya. Menteri Luar Negeri kabinet demisioner Belanda Maxime Verhagen mengimbau Wilders untuk bersikap moderat pada pertemuan di New York. (fq/rnw)