Laporan Negara tahunan tentang terorisme, dikeluarkan pada Kamis waktu setempat (5/8), juga menyatakan bahwa al-Qaeda menajdi sebuah kekuatan yang lebih besar di Afrika, di mana kelompok tersebut mengancam banyak negara, terutama di Maghreb dan Somalia.
Bagaimanapun juga laporan tersebut mengatakan bahwa di Pakistan jaringan Al-Qaeda telah mengalami "beberapa kemunduran yang signifikan" pada tahun 2009, sehubungan dengan serangan militer Paksitan yang ekstensif. Bagaiamanpun juga kelompok tersebut mengatakan telah kehilangan para pemimpinnya, dan kemampuannya untuk menggalang dana, melatih anggota baru dan merencanakan serangan di luar Pakistan dan Afghanistan telah berkurang.
"Tambahan pada kemunduran operasional tersebut, al-Qaeda terus-terusan gagal dalam upayanya untuk melakukan serangan yang akan mengguncang pemerintah di dunia Muslim," laporan tahunan tersebut mengatakan.
Dalam laporan tersebut jumlah – yang disebut dengan – serangan dan kematian yang terhubung di seluruh dunia dikatakan menurun sekitar 11.000 dan 15.000 di masing-masing 83 negara.
Jumlah serangan adalah yang paling rendah dari laporan lima tahun terakhir, turun dari puncak 14.443 pada 2006. Hampir 23.000 dikatakan telah meninggal sehubungan dengan dugaan serangan pada 2006.
Publik Muslim disebutkan secara meningkat menentang al-Qaeda, setelah afiliasi kelompok tersebut melakukan operasinya di negara-negara Islam seperti Indonesia, Pakistan, Irak, Algeria dan Arab Saudi.
"Jumlah ulama konservatif dan mantan militan berbicara terhadap peningkatan organisasi tersebut," laporan tersebut mengatakan.
"Namun meskipun kemunduran tersebut, ancaman al-Qaeda mulai tercerai berai dari pada dalam beberapa tahun ini, yang sebagian mengimbangi kekalahan yang dialami oleh titik inti Al-Qaeda."
Laporam tersebut menegaskan bahwa serangan-serangan yang diupayakan seperti pengeboman gagal di Hari Natal dari sebuah pesawat AS yang mengelilingi kota Detroit menunjukkan bahwa al-Qaeda merencanakan dan dapat melakukan serangan terhadap AS.
Serangan tersebut dikatakan telah diluncurkan oleh al-Qaeda yang bermarkas di Yaman di Semenanjung Arab (al-Qaeda in the Arabian Penninsula – AQAP, menyampaikan munculnya afiliasi semacam itu.
Di kelompok Somalia yangterkait dan mengumumkan kepatuhan kepada Al-Qaeda dikatakan telah "mengendalikan jalur-jalur signifikan dari daerah tersebut" dalam apa yang laporan tersebut sebut sebagai sebuah "lingkungan yang sangat tidak stabil, dan sebuah lingkungan yang serba membolehkan untuk transit dan pelatihan pasukan."
Negara-negara tambahan seperti Mauritania telah mengalami serangan dari jaringan sekutu Al-Qaeda di dalam Maghreb Islam. Warga berkebangsaan asing diculik oleh kelompok tersebut tahun lalu, kadang-kadang dengan bantuan dari kepala suku dan para pengembara.
Laporan tersebut juga menimbulkan rasa takut pada anggota Al-Qaeda yang meradikalisasi orang-orang di AS.
Terdapat banyak penangkapan dari lima warga negara AS di Pakistan, didakwa dengan membantu al-Qaeda, sementara yang lain didakwa bergabung dengan al-Shaabab di Somalia.
Al-Qaeda dituding telah menyediakan pelatihan dan pendanaan untuk gerakan Taliban yang muncul kembali, yang melawan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, walaupun serangan di Irak pada 2009 melihat sebuah pengurangan yang tajam dari tahun sebelumnya. (ppt/aj) www.suaramedia.com
