"Militer tidak menjamin tidak akan menyerang kota-kota Palestina selama bulan Ramadhan," ujar kepala Administrasi Sipil militer Israel di Tepi Barat, Yoav Mordechai, dalam sebuah konferensi pers. Dia menjelaskan bahwa militer akan melakukan serangan dalam rangka "peringatan keamanan tegas".
Dalam insiden terkait, pasukan pendudukan Israel menembaki tiga toko pada hari Selasa (10/8) di lapangan kota Al Khalil dan menyerang warga sipil serta aktivis di area tersebut.
Sumber lokal mengatakan bahwa pasukan pendudukan memaksa tiga toko di jalan Shuhada untuk menutup pintu dengan dalih perintah militer untuk alasan keamanan.
Lima aktivis asing terluka dan dua lainnya ditahan setelah berusaha menghadang tentara dari memasuki toko.
Dalam insiden lain, lima warga Palestina ditahan pada hari Selasa di Al Khalil dalam sebuah serangan massal dan penangkapan oleh pasukan Israel.
Saksi mata di kamp pengungsi Arroub mengatakan bahwa pasukan Israel menahan Obada Adawi, 17, Jihad Ahmed Sabateen, 22, dan Wassam Mohammed Hassan, 17, yang kembali dari Masjid dan melalui sebuah pos pemeriksaan Israel di dekat pintu masuk kamp.
Seorang mahasiswa bernama Diyaa Nasir Jebran ditahan setelah dipanggil untuk bertemu dengan intelijen Israel di kamp militer Etzion, begitu juga dengan Tahir Abul Kareem Al Sweiti, 21, setelah rumahnya di Dura digeledah.
Ramadhan tahun ini di Gaza terasa beda berkat pelonggaran, memungkinkan toko-toko untuk memasok dengan barang-barang khusus bulan suci ini.
Barisan lilin warna-warni, produk susu, asinan, kurma, dan makanan ringan memenuhi kios-kios pasar dan rak-rak toko di pasar utama kota Gaza yang minim pasokan tahun lalu.
"Tahun lalu tidak ada zaitun, hanya produksi saya sendiri. Kali ini kami punya zaitun dari Tepi Barat. Hari ini ada sejumlah barang yang dikirim melalui perbatasan," ujar salah satu pedagang, Mohammed Al Helw.
Ramadhan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam. Kaum Muslim di seluruh dunia menghabiskan satu bulan itu untuk berpuasa sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Mereka tidak makan, minum, merokok, dan berhubungan badan.
Ketika puasa diakhiri setiap petang, saatnya untuk makan kurma, nasi, daging, dan gula-gula. Dalam beberapa tahun terakhir, bahan-bahan makanan itu tidak mudah diperoleh di Gaza.
Sebagian besar dari 1.5 juta rakyat Gaza menggantungkan diri pada bantuan makanan PBB yang dikirim dengan truk setiap hari untuk mempertahankan hidup, tapi itu hanya terdiri atas barang-barang pokok saja.
Namun, di bulan Juni, menyusul kecaman internasional ketika pasukan Israel membunuh sembilan aktivis Turki di dalam flotilla bantuan yang mencoba menembus blokade atas Gaza, Israel memerintahkan pelonggaran blokade ketatnya.
Dalam perubahan peraturan itu, dikatakan bahwa semua barang yang tidak masuk dalam daftar cekal bisa dibawa masuk. Peralatan listrik, benda-benda kesehatan dan medis, minuman ringan, dan makanan ringan sejak saat itu mengalir masuk ke Gaza, meskipun Israel tetap melarang 3,000 item.
Kebanyakan yang dilarang oleh Israel adalah semen dan baja, yang diyakini oleh Israel bisa digunakan oleh Hamas untuk membuat senjata dan membangun bunker militer.
PBB mengatakan hal itu menghambat warga Gaza dari membangun kembali rumah dan pabrik mereka yang hancur akibat serangan Israel selama tiga minggu di tahun 2009, dan membuat mereka tidak bisa memiliki pekerjaan.
"Hari ini banyak barang yang masuk tapi sebagian besar orang tidak punya pekerjaan," ujar Helw saat pelanggan memenuhi tokonya.
Selain kekurangan uang, Gaza menderita krisis listrik yang menyebabkan orang-orang khawatir bila menyimpan makanan di dalam lemari es. Pedagang makanan segar juga terus cemas pasokannya akan membusuk di bawah suhu musim panas.
Para pembeli pra-Ramadhan tertarik pada label dan merek eksotis yang tidak mereka lihat selama bertahun-tahun, termasuk banyak di antaranya barang-barang buatan Israel.
Rak-raknya penuh dengan beragam kurma, makanan penting di bulan Ramadhan yang sekarang diimpor dari berbagai negara.
Tahun lalu, satu-satunya minuman ringan yang ada di Gaza adalah ramuan lokal atau beberapa merek yang diselundupkan dari Mesir melalui terowongan. Tahun ini, warga Gaza memiliki banyak pilihan.
"Saat perbatasan dibuka, itu menciptakan kompetisi dan harga-harga menjadi lebih murah," ujar seorang pembeli, Raed Helles. (rin/pic/msn) www.suaramedia.com
