-->

Kartunis "Hari Menggambar Muhammad" Terima Ancaman Kematian

SEATTLE (Berita SuaraMedia) – FBI memperingatkan kartunis asal Seattle, Molly Norris agar waspada terhadap ancaman kematian yang dibuat terhadapnya oleh seorang pemimpin yang terhubung dengan al-Qaeda.

Ancaman terbaru dikeluarkan dalam majalah Inspire, publikasi al-Qaeda dalam bahasa Inggris. Penulis dari artikel tersebut yang berisikan ancaman-ancaman adalah Anwar al-Awlaki, yang dicari di Yaman karena diduga berperan sebagai perencana dari kekacauan pengeboman pada Hari Natal di sebuah pesawat penumpang perbatasan Detroit tahun lalu.

Al-Awlaki menulis: "Norris harus dianggap sebagai sebuah target utama pembunuhan… kampanye ini bukanlah sebuah praktik dari kebebasan mengemukakan pendapat, namun adalah sebuah gerakan besar nasional warga Amerika… yang keluar dari jalurnya untuk membela Muslim di seluruh dunia."

Kantor berita harian New York Daily News mengabarkan: "Pemimpin agama Yaman - Amerika, Anwar Al-Awlaki – seorang yang juga pernah disebutkan sebagai menginspirasi peristiwa pembunuhan masal Fort Hood, Texas dan bersekongkol dengan dua pria dari New Jersey untuk membunuh para tentara AS – memilih seniman Molly Norris sebagai sebuah 'target utama', mengatakan bahwa "rumah tinggal yang sesuai untuknya adalah api neraka."

Dalam menyoroti ancaman tersebut, kantor berita CNN.com mengabarkan bahwa pejabat FBI seperti Agen Khusus Martu Prewett telah menyarankan untuk "mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keamanannya."

Dalam laporannya, CNN.com menuliskan bahwa, Prewett mengatakan, "FBI selalu mengkaji ulang dan menilai informasi yang mereka terima. Kapanpun FBI datang dengan memiliki informasi sebuah sifat dasar dari ancaman untuk seorang individu, kami membiarkan orang tersebut mengetahui sehingga dapat mengambil tindakan keamanan yang sesuai. Itulah kasus yang terjadi sekarang.

Dalam situs beritanya, CNN.com juga menuliskan bahwa Prewett menolak untuk memberikan komentar di mana Norris berada dan apakah sekarang seniman wanita tersebut menerima perlindungan dari para penegak hukum. Al-Awlaki juga mengancam delapan kartunis lainnya, jurnalis dan penulis dari Inggris, Swedia dan Belanda."

Pada April lalu, Molly Norris menggambar sebuah kartun kontroversial yang mana dengan menyindir menampilkan Nabi Muhammad sebagai berbagai macam barang yang digunakan sehari-hari, termasuk sebuah cangkir teh, dominno, dan gulungan benang. Kartun tersebut menghimbau publik untuk berpartisipasi dalam sebuah fiksi "Hari Semua orang Menggambar Muhammad" pada 20 Mei. Norris menciptakan sebuah kelompok fiksi, warga negara melawan warga negara melawan Humor, untuk "mensponsori acara yang diharapkan".

Norris mengatakan bahwa ia berekasi dalam bagian keputusan Pusat Komedi untuk menyensor sebuah episode "South Park" yang menggambarkan nabi Muhammad mengenakan sebuah baju beruang. Norris mendedikasikan kartunnya untuk pencipta "South Park", Matt Stone dan Trey Parker.

Kelompok Facebook – keduanya, yang mendukung dan menentang "Hari menggambar Muhammad" – muncul, dan upaya Norris pada sindiran nampaknya menjadi di luar kendali.

Monica Guzman dari Seattle, dalam The Big Blog mengabarkan: "Hari Semua Orang Menggambar Muhammad" datang di dalam hari-hari post Norris pada April dan sebuah penampilan berikutnya pada 'The Dave Ross Show' ia mengatakan bahwa ia juga menyesal. Ribuan gambar telah muncul di sedikitnya dua laman yang terhubung dengan Facebook yang ia tidak ciptakan yang meninggi sampai 71.000 anggota dan menunjukkan tidak membahas atau memperdebatkan namun berupa perkataan pedas dalam bentuk verbal dan visual."

Norris yang mengatakan bahwa ia telah kehilangan 7 pons berat badannya karena stres sejak ia mempublikasikan kartun tersebut, telah menghapus kartun tersebut dari situsnya dan menggantinya dengan sebuah ilustrasi yang menunjukkan perasaannya tentang kejadian tersebut.

Pada Mei, kampanye Facebook tersebut menuju pada 20 Mei yang mendesak sebuah pengadilan Pakistan untuk mengeluarkan peraturan untuk memblok akses ke situs Facebook.

"Hal ini benar-benar mengerikan," Norris emngatakan kepada Guzman. "Saya hanya berusaha untuk bernafas dan melewati semua ini." (ppt/hp) www.suaramedia.com