-->

Gagal Dioperasikan, Drone Israel Hancur Di Afghanistan

KABUL (SuaraMedia News) – Sejumlah pemberitaan media menyebutkan bahwa pesawat mata-mata tanpa awak Israel di Afghanistan bermasalah dan meledak ketika mendarat dalam sebuah uji coba penerbangan.

Menurut surat kabar Yedioth Ahronoth, drone buatan industri militer Israel tersebut dipergunakan oleh pasukan Jerman. Drone tersebut melakukan uji penerbangan pertama di bawah kendali Jerman.

Majalah mingguan Jerman, Der Spiegel, mengatakan bahwa setelah pesawat tersebut melakukan pendaratan, pesawat tersebut tiba-tiba membelok, keluar jalur dan menabrak pesawat sipil yang ada di lokasi, tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Majalan tersebut menyebutkan bahwa pesawat Jerman buatan Israel tersebut, yang memiliki rentang sayap 16 meter, hancur sama sekali.

Dari hasil investigasi awal yang dilakukan oleh industri dirgantara Israel, yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut bukan masalah teknis, namun karena cara pengoperasian pesawat yang tidak benar dari Jerman.

Seorang staf industri dirgantara Israel mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi, ia menandaskan bahwa militer Jerman akan mendapatkan jenis pesawat yang sama untuk menggantikan pesawat yang telah hancur.

Sementara itu, para prajurit Jerman yang beroperasi di utara Kabul melakukan kesalahan dan menembak rekan sendiri, menewaskan lima orang prajurit Afghanistan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (3/4) pagi.

Peristiwa itu terjadi setelah sebuah kendaraan lapis baja pengangkut pasukan Jerman dikirimkan untuk mendukung para prajurit Jerman yang terlibat pertempuran sengit dengan pejuang Taliban di Chahar Dara, dekat kota Kunduz. Pertempuran tersebut diawali dengan serbuan Taliban beberapa jam sebelumnya yang menewaskan tiga orang prajurit Bundeswehr.

Para prajurit Jerman memberondong sebuah kendaraan sipil yang mendekati patroli mereka, menewaskan lima orang prajurit Afghanistan yang ada di dalam kendaraan tersebut, demikian kata para anggota militer Jerman.

"Mereka salah kira dan menembaki kendaraan tersebut, menewaskan enam orang prajurit (Afghanistan)," kata Mohammad Omar, gubernur provinsi Kunduz, Afghanistan utara, ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat malam di dekat distrik Chardara.

Seorang juru bicara pasukan NATO di Kabul mengatakan: "Memang ada kecelakaan, tapi kami masih belum bisa memberikan jumlah (korban) saat ini."

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Jenderal Mohamad Zahir Azimi, membenarkan peristiwa tersebut, namun ia mengatakan ada enam orang prajurit yang tewas. Pihak kementerian mengecam terjadinya peristiwa tersebut.

"Insiden itu tengah berada dalam investigasi," kata Jenderal Azimi.

Delapan orang prajurit Jerman mengalami luka-luka, empat orang di antaranya menderita luka serius dalam pertempuran dengan Taliban yang menewaskan tiga orang (prajurit Jerman) tersebut.

Sebagian besar wilayah Afghanistan utara tidak tersentuh Taliban. Namun provinsi Kunduz di timur laut Afghanistan adalah benteng dari gerakan tersebut.

Dukungan Taliban paling terasa di wilayah selatan dan timur Afghanistan. Jerman tercatat sebagai kontingen NATO terbesar ketiga dalam perang Afghanistan dengan mengirimkan 4.300 orang prajurit, sebagian besar di antaranya ditempatkan di sekitar Kunduz. (dn/im/tg) www.suaramedia.com