“Saya pikir seni lebih universal dan benar-benar dapat membawa semua agama dan budaya untuk bersama belajar dan memahami banyak perbedaan,” ujar Mustafa Fahur selaku pendiri museum Islam.
Seperti dikutip ABC news, Fahur menambahkan bahwa “Pembangunan museum ini dibangun dengan perpaduan antara gaya bangunan Australia dan prinsip-prinsip Islam, seperti kaligrafi tradisional dengan pola geometris ubin.”
Proyek 10 juta USD ini mencakup banyak galeri dan menampilkan pameran yang didedikasikan untuk Islam. Mulai dari replika hingga arsitektur dan seni, untuk meningkatkan aspek multikultural sosial dari Australia.
“Museum ini diharapkan bisa menjadi jendela ke dalam kehidupan Islam, peradaban dan sejarah Muslim Australia, sebagai bentuk kontribusi untuk Australia,” tambah Fahur. [islampos/wb/ +ResistNews Blog ]
