-->

Penjajah Rusia Membunuh Mujahidin Dengan Taktik Kotor

+ResistNews Blog - Sebuah situs berita Mujahidin Dagestan, VDagestan, mengingatkan kembali peristiwa pada bulan Maret 2013, dimana situs ini menerbitkan berita penculikan Muslim oleh kafir harbi Rusia di sebuah kamp konsentrasi #9, dua hari sebelum pembebasan mereka.

Seorang muslim yang diculik tersebut adalah Ibrahim Saypulayev. Penjajah Rusia kemudian menyatakan bahwa ia dan tahanan lain(Magomed Murzabekov) diduga “melarikan diri” dari kamp. Penjajah Rusia tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan mengapa mereka melarikan diri berselang hanya dua hari sebelum pembebasan resmi mereka. Hal menjelaskan bahwa kedua Muslim tersebut telah diculik oleh KGB.

Dan sekarang, 8 bulan setelah penculikan itu, Ibrahim Saypulayev telah “ditemukan” kembali oleh Penjajah Rusia. KGB menyerahkan jenazah beliau yang rusak (terbakar) kepada kerabatnya. Para penjajah menyatakan bahwa ia “gugur dalam operasi khusus baru-baru ini” di desa Samandar, bersama dengan “bomber Volgograd” Abdul-Jabbar (Dmitry Sokolov).

VDagestan belum mengetauhi detailnya, tapi website mengingatkan bahwa praktek kotor seperti ini telah diterapkan oleh Rusia sejak dahulu. Seorang Muslim Diculik lalu muncul setelah beberapa waktu dalam sebuah laporan yang disajikan penjajah’, di mana mereka mengatakan bahwa “militan tewas dalam serangan”.

Hal ini juga mengingatkan peristiwa selama penyerbuan rumah di desa Dagestan dari Samandar dengan “bomber Volgograd” Sokolov dalamnya, Rusia membunuh seorang Muslim yang tidak melawan dan tidak bersalah, Rinat Mamayev, yang tinggal di rumah tersebut, dengan menggunakan gas beracun terhadap istrinya Maryam dan putri mereka.

Rinat meninggal di rumahnya dikepung dibiarkan kehabisan darah. KGB memaksa wanita malang untuk menyatakan didepan kamera bahwa dia tidak punya keluhan terhadap pembunuh suaminya. La hawla wa la quwwata.

[kavkazcenter/al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog ]