
+ResistNews Blog - Menjelang berakhirnya perundingan damai tentang persenjataan nuklir Iran dan Barat di Jenewa, Swiss, ada sesuatu yang canggung terjadi di Teheran.
Dalam kunjungannya ke markas kelompok milisi bersenjata Basij Jumat kemarin, Ayatollah Ali Khamenei seperti biasa dipersilakan berpidato. Tidak seperti biasa, pemimpin tertinggi Iran tersebut bersuara lunak terhadap AS.
Menurut Khamenei, Iran kini telah menjalin hubungan dengan semua negara.
‘’Termasuk Amerika Serikat,’’ kata Khamenei. ‘’Mereka seperti negara lain di dunia,’’ lanjutnya.
Entah karena tidak mendengar pidato, atau sudah terbiasa meneriakkan yel-yel anti-AS, para tentara Basij pun langsung berteriak kuat-kuat. ‘’Mati Bagi Amerika! Mati Bagi Amerika!’’ Mendengar ini, semua hadirin tampak bingung.
Bagi kelompok garis keras Iran, yel-yel anti-AS masih harus tetap didengungkan. Sementara bagi kelompok tertentu, kutukan pada AS seyogyanya dikurangi. Sejumlah pemimpin senior Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani dan mantan Presiden Hashemi Rafsanjani menyarankan, kini tiba saatnya menghentikan hujatan anti-AS. Setidaknya dikurangi, kata mereka.
‘’Seperti slogan ‘Mati bagi Uni Soviet’ yang biasa kita teriakkan di masa lalu, maka slogan anti-AS sebaiknya dihilangkan dalam pertemuan-pertemuan politik,’’ tulis seorang ulama syiah dalam sebuah harian di Iran. [atjehcyber.net/ +ResistNews Blog ]