+ResistNews Blog - Otoritas Palestina pada hari Ahad (28/02) menolak bantuan keuangan yang diberikan Iran untuk keluarga Palestina yang tewas dalam gelombang kekerasan yang telah terjadi dalam lima bulan terakhir.
Pihak otoritas mengatakan tidak akan menerima bantuan hanya dari jalur resmi.
“Iran harus mengirim uang ini melalui yayasan korban dan tahanan yang resmi, daripada melalui jalur informal dan jalan yang memutar,” kata juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina seperti dikutip Worldbulletin, Senin (29/02).
“Dana yang diberikan secara ilegal sama dengan ikut campur dalam urusan internal Palestina,” imbuhnya.
Hari Rabu sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mohammad Fathali, mengatakan bahwa Teheran akan menawarkan bantuan senilai 7.000 dolar kepada setiap keluarga Palestina yang anggotanya tewas dalam “Intifadah Jilid III”.
“Iran juga akan memberikan 30.000 dolar ke keluarga Palestina yang rumahnya telah dihancurkan oleh Israel karena anggotanya dituduh melaksanakan serangan anti Israel,” katanya dalam konferensi pers di Beirut.
“Bantuan bulanan biasanya disalurkan oleh lembaga Iran sejak 1987 kepada keluarga Palestina yang dibunuh,” lanjutnya.
Gelombang kekerasan di Israel dan Palestina sejak Oktober lalu telah menewaskan 177 Palestina dan 28 Israel, Amerika, Sudan, dan Eritrea, menurut laporan AFP.
Sebagian besar Palestina yang tewas dibunuh oleh pasukan-pasukan Israel diklaim karena akan melakukan serangan dengan pisau, senjata dan serangan mobil. Warga Palestina lainnya ditembak mati oleh pasukan-pasukan Israel selama bentrokan dan demonstrasi.
Iran juga dituding memberikan dukungan kepada Hamas, yang mengontrol jalur Gaza dan menjadi saingan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Partai Fatah. Fatah sendiri mendominasi Otoritas Palestina. [World Bulletin/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
Pihak otoritas mengatakan tidak akan menerima bantuan hanya dari jalur resmi.
“Iran harus mengirim uang ini melalui yayasan korban dan tahanan yang resmi, daripada melalui jalur informal dan jalan yang memutar,” kata juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina seperti dikutip Worldbulletin, Senin (29/02).
“Dana yang diberikan secara ilegal sama dengan ikut campur dalam urusan internal Palestina,” imbuhnya.
Hari Rabu sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mohammad Fathali, mengatakan bahwa Teheran akan menawarkan bantuan senilai 7.000 dolar kepada setiap keluarga Palestina yang anggotanya tewas dalam “Intifadah Jilid III”.
“Iran juga akan memberikan 30.000 dolar ke keluarga Palestina yang rumahnya telah dihancurkan oleh Israel karena anggotanya dituduh melaksanakan serangan anti Israel,” katanya dalam konferensi pers di Beirut.
“Bantuan bulanan biasanya disalurkan oleh lembaga Iran sejak 1987 kepada keluarga Palestina yang dibunuh,” lanjutnya.
Gelombang kekerasan di Israel dan Palestina sejak Oktober lalu telah menewaskan 177 Palestina dan 28 Israel, Amerika, Sudan, dan Eritrea, menurut laporan AFP.
Sebagian besar Palestina yang tewas dibunuh oleh pasukan-pasukan Israel diklaim karena akan melakukan serangan dengan pisau, senjata dan serangan mobil. Warga Palestina lainnya ditembak mati oleh pasukan-pasukan Israel selama bentrokan dan demonstrasi.
Iran juga dituding memberikan dukungan kepada Hamas, yang mengontrol jalur Gaza dan menjadi saingan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Partai Fatah. Fatah sendiri mendominasi Otoritas Palestina. [World Bulletin/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]
