-->

Media Sekuler: Ini Gambaran Betapa Jaringan IS Sudah Mendunia dan Merepotkan Banyak Negara



+ResistNews Blog - Fenomena Negara Islam di Irak dan Suriah atau dikenal di kalangan aktifis Islam, Daulah Islam semakin kompleks. Berbicara soal Daulah Islam kini tidak hanya tertuju pada basis dan organisasi utama pimpinan Syaikh Abu Bakar al-Baghdadi di dua negara itu.

Daulah Islam telah menjadi jaringan yang meluas ke penjuru dunia dan merepotkan pemerintah di banyak negara.

Ideologi perjuangan Daulah Islam kini bagaikan magnet bagi berbagai kelompok atau individu di pelosok dunia. Di Mesir, kelompok mujahidin Ansar Beit al-Maqdis yang beroperasi di Semenanjung Sinai Utara, pada November 2014, menyatakan kesetiaan kepada Syaikh Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin dan kepada Daulah Islam.

Di Nigeria, pemimpin kelompok mujahid Boko Haram Abu Bakar Shekau, pada 3 Agustus 2014, menyatakan baiat kepada Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi sebagai pemimpin. Di Libya, kelompok Ansar al-Shariah yang beroperasi di Libya Timur juga menyatakan loyal kepada Daulah Islam.

Negara-negara Eropa tidak luput dari masalah. Mereka direpotkan ribuan warganya yang bergabung dengan Daulah Islam.

Hal itu berbeda dengan Tanzim jihad Al Qaeda pimpinan Syaikh Osama bin Laden yang tidak memiliki wilayah kekuasaan sendiri. Al Qaeda saat itu hanya berkoalisi dengan pemerintah setempat yang melindunginya, seperti koalisi dengan Taliban yang berkuasa di Afganistan pada paruh kedua dekade 1990-an. Sebelumnya, Al Qaeda sempat berkoalisi dengan pemerintahan Omar Hassan Bashir di Sudan.

AdapunDaulah Islam dan kelompok loyalisnya telah menjadi milisi bersenjata tangguh di beberapa negara, yang memiliki wilayah kekuasaan dan sumber dana sendiri. Laporan tim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memantau Al Qaeda dan dipublikasikan pada November 2014 memperkirakan, Daulah Islam mendapatkan 850.000 hingga 1,65 juta dollar AS per hari dari penjualan minyak.

[Newsman/Tb/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]