+ResistNews Blog – Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls mengakui bahwa intelejennya telah gagal mendeteksi ancaman ‘terorisme’ hingga mengakibatkan terbunuhnya 12 kartunis penghina Nabi dan polisi.
Manuel Valls menyatakan kepada stasiun televisi BFM bahwa intelijen Negara telah gagal dalam mengantisipasi serangan.
“Itu artinya telah terjadi kesalahan,” ujar Valls pada hari Jumat (9/1). Ia juga mengatakan, “Ada kegagalan. Itu sebabnya kita harus menganalisis apa yang terjadi”.
Said dan Cherif Kouachi, berhasil menyerbu kantor majalah Charlie Hebdo hingga menewaskan 12 kartunis penista Nabi Muhammad, termasuk dua polisi.
Pelarian Kouachi Bersaudara diklaim telah berakhir di Dammartin-en-goele pada Jumat (9/1).
Pemerintah Prancis mengaitkan Kouachi Bersaudara sebagai jaringan Al Qaeda Yaman (AQAP). (bm/lasdipo/ +ResistNews Blog )
