-->

Tak Biarkan Tentaranya Diseret ke ICC, Netanyahu Bekukan Pendapatan Palestina



+ResistNews Blog - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan pernah membiarkan satupun tentaranya dibawa ke pengadilan pidana Internasional (ICC) di Den Haag atas dakwaan kejahatan perang, meskipun pada kenyataan memanglah demikian.

“Kami tidak akan pernah membiarkan militer dan petinggi tentara diseret ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag,” ungkap Netanyahu, Ahad (4/1/2015).

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Israel itu melalui sidang kabinet Zionis, dua hari pasca Palestina mengajukan diri bergabung dengan ICC.

Sebelumnya pada Jumat (2/1/2014), Palestina mengajukan data berbentuk dokumen ke markas besar PBB di New York untuk bergabung dengan ICC. Hal itu diharapkan oleh Palestina agar Negara dunia memutuskan untuk mengadili kejahatan Israel terhadap warga Palestina.

ICC adalah pengadilan Internasional yang berdiri dalam urusan kejahatan perang dan kemanusiaan, seperti genosida dan aksi brutal lainnya. Israel dan AS selama ini dikenal sebagai dua Negara yang terus berusaha keras menentang pendekatan Palestina ke beberapa Organisasi dunia tersebut.

Aksi pendekatan Presiden Palestina Mahmud Abbas ke ICC tersebut dilawan Netanyahu dengan membekukan pengiriman pendapatan dari pajak bulanan senilai US$ 125 juta kepada Palestina. Karena aksi tersebut dinilai telah memantik Negara dunia untuk memusuhi Israel. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]