-->

Erdogan: Charlie Hebdo Bukan Kebebasan Namun Menghasut Kebencian dan Rasisme



+ResistNews Blog – Recep Tayyip Erdogan kembali mengecam majalah satir penghina Nabi, Charlie Hebdo. Kecaman itu kembali ia lontarkan setelah Perancis menganggap itu adalah simbol kebebasan.

Majalah tersebut telah memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia, setelah menerbitkan kartun Nabi Muhammad sebagai sampul edisi terbarunya.

Kartun yang diterbitkan majalah Charlie Hebdo, kata Erdogan, justru mendatangkan teror karena hal itu telah menyerang keyakinan umat Muslim. Erdogan kembali menegaskan bahwa tidak ada kebebasan yang tanpa batas.

”Ini tidak bisa disebut kebebasan. Ini setara dengan tindakan mengundang terror dengan cara mengintervensi ruang kebebasan orang lain. Kita harus menyadari hal ini. Tidak ada kebebasan tanpa batas,” tegasnya seperti dikutip Al Jazeera.

”Majalah ini terkenal dengan isu provokatif tentang Islam, tentang orang-orang kristen dan semua orang,” lanjut Erdogan.

Erdogan juga menyatakan bahwa majalah Charlie-lah yang telah lebih dahulu mengobarkan kebencian dan rasisme.

”Jika tidak, itu berarti itu sebuah provokasi yang harus dihukum. Apa yang mereka lakukan adalah menghasut kebencian dan rasisme,” imbuhnya. [lasdipo/ +ResistNews Blog ]