+ResistNews Blog - Rektor Universitas Mahendradatta, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna menolak gerakan ekonomi syariah. Pasalnya, selama ini masyarakat Bali sudah menerapkan ekonomi Pancasila dan adat.
Ia mengatakan, ekonomi syariah akan bermasalah ketika ada misi khusus, propaganda yang dianggap merugikan ekonomi masyarakat Bali. Sebab, masyarakat selama ini sudah menganut ekonomi pancasila, bukan menganut ekonomi satu agama saja. Di Bali juga memiliki Lembaga Perkreditan Desa (LPD), koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Kami memiliki sistem ekonomi sendiri. Tidak perlu mengadopsi sistem ekonomi dari luar. Gerakan ekonomi syariah mungkin bisa berlaku di Malaysia, dan Timur Tengah atau negara islam, tapi tidak bisa berlaku di Bali,”ujar presiden The Hindu Center Of Indonesia ini saat ditemui di perpustakaan Bung Karno, Denpasar, Jum’at (28/3).
Menurut Wedakarna, ekonomi syariah hanya akan memperkuat satu kelompok agama saja, dan menguntungkan warga yang menganut ekonomi syariah itu sendiri. “Kalau dihitung-hitung, ekonomi syariah itu baik atau menguntungkan bagi mereka sendiri, tidak bagi masyarakat kami. Kami sangat menyesalkan ekonomi syariah ini karena eksistesinya melebihi ekonomi pancasila,” ujarnya menambahkan.
Wedakarna menghimbau, masyarakat menabung di LPD, koperasi saja. Sebagai rasa kekecewaan terhadap pemerintah, ia membuat gerakan ekonomi satyagraha.
Tak hanya menghimbau masyarakat, Wedakarna juga meminta para Bupati di Bali agar tidak memperbolehkan pembangunan Bank Syariah atau apa pun yang berbau ekonomi syariah. Selain itu, dia juga akan meminta Bank Indonesia (BI) menghentikan pembangunan Bank Syariah di Bali. “Kami menolak ekonomi syariah dan moratorium ekonomi syariah di Bali. Kami berharap kepada masyarakat untuk mengedepankan ekonomi adat (LPD), koperasi dan BPR.”
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali dan Nusa Tenggara (Bali & Nusra), Benny Siswanto menolak berkomentar terkait adanya penolakan ekonomi syariah di Bali ini. Ia hanya menjawab no comment melalui pesan pendek. Ia berjanji akan menanggapi penolakan tersebut pekan depan. Demikian dikutip dari Kabar 3. [fimadani/ +ResistNews Blog ]
