+ResistNews Blog - Mujahidin Khilafah Islam semakin maju menuju penaklukkan Baghdad, dimana mereka kini telah mencapai perbatasan segitiga antara Irak, Suriah dan Turki, sebagaimana sebuah pesan yang di-posting di Twitter, Ahad (02/08/2014), setelah mengalahkan pasukan komunis Kurdi. Allahu Akbar!
Mujahidin Khilafah Islam sebagaimana dikabarkan telah menguasai bendungan terbesar Irak yang dikenal sebagai Bendungan Mosul di Sungai Tigris yang selama ini digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit tersebut memasok listrik untuk kota Mosul yang terletak sekitar 50 kilometer di sebelah selatan bendungan, kata komandan pasukan komunis Kurdi Peshmerga yang telah membela fasilitas tersebut, Ahad.
Para pekerja bendungan tetap berada di dalam fasilitas itu, yang jatuh ke tangan Mujahidin Khilafah Islam setelah pertempuran 24 jam, kata Letnan Kolonel Herash.
Pasukan komunis Kurdi Peshmerga juga menarik diri dari kota-kota Zumar dan Wana setelah dikepung Mujahidin Khilafah Islam dan terisolasi tanpa ada dukungan apapun, kata pejabat regional Partai Demokrat Kurdistan, Ismat Rajab, kepada CNN, Ahad.
Penguasaan Bendungan Mosul itu dapat membuat Mujahidin Khilafah Islam punya kemampuan untuk membanjiri kota-kota besar Irak atau menahan aliran air untuk ladang-ladang pertanian. Hal itu pada gilirannya akan meningkatkan posisi mereka dalam upaya menggulingkan pemerintahan syi’ah Perdana Menteri kafir murtad Nuri al-Maliki.
“Geng-geng teroris Negara Islam (Baca : Mujahidin Khilafah Islam) telah menguasai Bendugan Mosul setelah penarikan pasukan Kurdi tanpa perlawanan,” lapor televisi Irak seperti dikutip AFP.
Penarikan tentara komunis Kurdi Peshmerga merupakan pukulan berat bagi satu-satunya kekuatan di Irak yang hingga kini telah tegas melawan Mujahidin Khilafah Islam yang bertujuan untuk menggambar ulang perbatasan Timur Tengah (Baca : Menghapus batas-batas wilayah). [al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog ]