Sebelumnya, Andrew Bennet telah tiba di Turki pada Rabu (26/2/2014) untuk membahas kewenangan bagi Kristen dan Yahudi yang merupakan minoritas di negeri ini. Padahal, Turki sudah dalam proses pemulihan mengenai kebebasan hak beragama setelah pengumuman paket demokratisasi di bulan Oktober.
Keprihatinan tentang kebebasan beragama di Turki, telah menjadi bumerang, karena para pejabat Turki segera menyuarakan keprihatinan mereka sendiri tentang kebebasan beragama di negara Kanada Quebec, yang baru-baru ini melarang semua menampilkan terbuka simbol-simbol keagamaan di sektor publik, termasuk jilbab, yang sempat terjadi di Turki.
Bennett menolak untuk menjawab pertanyaan tentang masalah ini. Ia mengatakan bahwa tugasnya tidak terkait dengan isu-isu domestik. [islampos/wb/ +ResistNews Blog ]