Kisahnya ia muat dalam artikel situs Aljazeera pada hari Rabu (26/2/2014), dengan judul “Al Shabaab Governor – One Man and His iPad”.
Pimpinan al Shabaab itu adalah Syaikh Muhammad Abu Abdullah, Gubernur al Shabaab untuk wilayah Provinsi Shabelle, Somalia.
Sosok komandan Mujahidin bertubuh pendek dan gempal, dengan jenggot tipis yang hobi mengenakan pakaian Shalwar Kurta, baju yang hanya terdiri dari dua potong kain yang biasa dipakai di Afghanistan dan Asia Tengah bagian Selatan.
Di suatu pagi, Hamzah Muhammad mengunjungi sebuah wilayah peternakan yang letaknya kurang dari 10 Km dari garis depan pertempuran sengit antara Mujahidin al Shabab melawan pasukan rezim pemerintah dan Uni Afrika AMISOM.
Disanalah ia bertemu dengan Gubernur al Shabaab, Syaikh Muhammad Abu Abdullah yang sedang melakukan pengawasan atas proyek pembangunan saluran irigasi pemerintah Daerah Mujahidin untuk rakyat Somalia.
Syaikh Muhammad Abu Abdullah saat itu berjalan seorang diri, tanpa pengawalan seorang Mujahid pun, dan tanpa membawa senjata. Padahal ia tergolong sebagai tokoh al Shabaab paling diburu aparat Somalia dan Salibis Amerika. Subhanallah!
“Aku pergi untuk mengunjungi peternakan yang letaknya kurang dari 10 Km dari garis depan antara kelompok pemberontak al Shabaab dan pasukan pemerintah. Di sana aku bertemu dengan gubernur. Bukannya dipersenjatai dengan senapan AK – 47, gubernur al Shabab justru sedang menenteng iPad yang ia gunakan untuk mengambil gambar dan video dari saluran irigasi yang sedang dibangun,” kata Hamzah Muhammad.
“Tidak ada detail keamanan yang terlihat. Hanya dia seorang, ditemani iPad dan mobil tiga pintu miliknya. Pemandangan itu merupakan sebuah kejutan. IPad dapat digunakan untuk melacak orang-orang jika mereka terhubung ke internet atau geo – lokasi layanan, dan orang ini (Syaikh Muhammad Abu Abdullah edt) tidak diragukan lagi termasuk dalam target bernilai tinggi,” imbuhnya.


Teknologi iPad selama ini digunakan oleh pimpinan Mujahidin, sebagai alat parktis untuk mencatat berbagai isi pertemuan. Hamzah Muhammad juga menyaksikan hal yang serupa ketika meliput acara pertemuan komandan al Shabaab bersama penduduk Somalia dalam rangka mendamaikan pertikaian antar kabilah suku.
“Alat iPad aman digunakan jika tanpa internet seperti ini,” kata Syaikh Abu Abdullah. “Aku tidak menggunakannya untuk mengakses internet.”
Beberapa aplikasi “terlalu berbahaya ” untuk di-download. Seperti Whatsapp dan Skype, keduanya memang sangat berguna untuk dimiliki, tapi bagiku tidak kecuali seorang pejuang ingin menjadi korban serangan ‘burung di udara’,” imbuhnya, menyinggung pesawat tanpa awak Drone.
Meski begitu, Syaikh Abu Abdullah mengaku tetap memiliki masalah dengan teknologi iPad, namun itu tidak ada hubungannya dengan keselamatan hidupnya.
Lalu apakah masalah yang ia maksud? Yakni kualitas baterainya yang hanya menyala singkat. Karena bagi seorang pria yang menghabiskan waktunya berjam-jam atau berhari-hari jauh dari sumber listrik seperti Syaikh Abu Abdullah, baterai berdurasi 10 jam saja tidaklah cukup. [blogaljazeera/shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]