+ResistNews Blog - Menjelang masuk tahun keempat konflik di Bumi Syam, negera Iran meningkatkan dukungan militernya terhadap rezim Bashar Al-Asad. Negara sekutu Suriah itu mengirimkan para komandan militernya untuk melatih dan mengomando militer pemerintah.
Menurut sejumlah sumber terpercaya yang diperoleh kantor berita Reuters, Iran meningkatkan dukungan militernya di negara Bashar Al-Asad itu. Reuters menambahkan dalam laporannya Jum’at (21/02), Iran telah mempersiapkan satuan khusus untuk mengumpulkan informasi penting terkait Suriah dan memberikan pelatihan militer untuk para tenatara loyalis Asad.
Sampai saat ini, kata Reuters, negara Syiah itu telah menggelontorkan miliaran dollar untuk mendukung Bashar Al-Asad dalam pertempuran sektarian di Suriah. Meski bukan berita baru keberadaan militer Iran di Suriah, banyak para pengamat konflik Timur Tengah menyakini, Iran menambah pasukan khususnya di Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Pasukan-pasukan itu dikirim untuk membantu Bashar Al-Asad melawan pejuang yang semakin kuat.
Reuters menjelaskan, di antara pasukan tambahan yang dikirim itu adalah para komandan di pasukan khusus Al-Quds yang merupakan pasukan elit milik tentara Garda Revolusi Iran.
Sejumlah sumber Iran mengatakan bahwa misi para pasukan elit itu bukan ikut bertempur di lapangan. Akan tetapi, mereka hanya akan mengarahkan, melatih dan membantu memberikan informasi kepada pasukan Bashar Al-Asad.
“Kami berulang kali katakan, kami mendukung saudara-saudara kami di Suriah dan menghormati keinginan mereka. Iran tidak pernah memberikn dukungan senjata, harta atau pasukan untuk rezim Suriah,” klaim Kementerian Luar Negeri Iran.
Akan tetapi, seorang mantan pejabat tinggi Iran yang memiliki hubungan erat dengan pasukan Garda Revolusi menyangkal klaim tersebut. Ia mengatan bahwa pasukan Iran aktif di Suriah.
Seorang komandan pasukan Garda Revolusi mengatakan, sebagaimana disebutkan Reuters, jumlah komandan elit Iran yang berada di Suriah sebanyak 60-70 komandan. Pejabat itu menegaskan bahwa misi utama mereka adalah mengomando dan melatih para tentara loyalis Bashar Al-Asad.
Seperti diketahui, Iran memiliki agenda penting di Suriah. Iran ingin mengamankan jalur pasokan utama untuk milisi militernya, Syiah Hizbullah, di Lebanon. Jika Suriah dikuasai pejuang Sunni, maka jalur itu akan terputus. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]