-->

Survei: Warga AS Tak Percaya Pemerintahnya

Tahun baru warga AS justru berpandangan negatif terhadap pemerintahnya
+ResistNews Blog - Warga Amerika Serikat (AS) memasuki tahun 2014 dengan pandangan negatif mengenai pemerintah mereka. Menurut sebuah hasil survei yang dilakukan organisasi penelitian publik, AP-NORC terhadap ribuan warga AS menunjukkan hanya sedikit dari mereka yang memiliki harapan tinggi bahwa pejabatnya mampu menyelesaikan permasalahan bangsa. 

Laman Inquirer, Kamis 2 Januari 2013 melansir warga AS yang biasanya terkenal reputasinya sebagai individu yang optimistis, kali ini memiliki tingkat kecenderungan pesimistis yang tinggi terhadap pemerintahnya. Mereka mengaku selama bertahun-tahun kecewa terhadap pejabat di Washington.

Hal itu tercermin dari hasil survei yang menyebut kurang dari 50 persen warga yang beranggapan negara ini sudah mengarah ke jalan yang tepat. Sebanyak 70 persen di antaranya bahkan kurang percaya terhadap kemampuan pemerintah dapat membuat kemajuan terhadap masalah yang penting di tahun 2014.

Saking pesimitisnya, sebagian besar warga AS bahkan berpendapat dapat mengatasi sendiri permasalahan mereka di tahun-tahun mendatang. Namun hanya sedikit yang mengatakan mereka mampu melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengelola negara ketimbang para pemimpin yang saat ini duduk di Washington.

Warga AS pun berpendapat Pemerintah Negara Bagian lebih becus bekerja ketimbang Pemerintah Federal. Hal itu diungkap oleh 54 persen warga negeri Paman Sam.

Sementara ketika diminta untuk menyebut 10 isu nasional atau dunia yang mereka harapkan dapat diatasi pemerintah secara maksimal di tahun 2014 antara lain mengenai perlindungan kesehatan, pekerjaan dan ekonomi. Selain itu isu lainnya yang dianggap prioritas yaitu utang negara dan defisit pengeluaran.

Untuk isu mengenai hak pelaku hubungan sesama jenis, aborsi atau spionase domestik tidak terlalu dipilih warga AS. Terbukti isu itu dipilih oleh kurang dari tiga persen orang.

Namun, lagi-lagi hanya sedikit dari mereka yang mengharapkan pemerintah dapat berbuat lebih baik di tahun 2014. Sekitar separuhnya mengaku pesimistis soal kemampuan negerinya menghasilkan pemimpin yang kuat secara umum.

Sementara 61 persen di antaranya juga pesimistis soal sistem yang berlaku di pemerintah dan cara mereka memilih pemimpin masa depan.

Survei yang digelar oleh AP-NORC ini dilakukan secara online para periode 12-16 Desember 2013. Mereka mengambil sampel suara dari 1.141 warga dewasa, dengan tingkat kekeliruan 3,7 persen bagi semua responden.

Responden disurvei secara acak, baik menggunakan metode telepon atau surat. Baru setelah itu diwawancara melalui online. (viva.co.id/ +ResistNews Blog )