Profesor Analisis Budaya dari New York University, Lisa Duggan, yang telah terpilih sebagai Presiden ASA, telah mengatakan kepada New York Post bahwa dia mendukung boikot terhadap lembaga akademis Israel sebagai protes terhadap perlakuan diskriminatif mereka terhadap Palestina, demikian laporan Press TV.
Profesor Duggan mengatakan kepada New York Post dalam sebuah email bahwa ia sepenuhnya mendukung ASA memboikot institusi akademis Israel.
"Kami tidak memboikot individu, tetapi lembaga saja. Untuk memprotes perlakuan diskriminatif terhadap Palestina oleh lembaga akademis Israel dan bantuan yang mendukung pendudukan ilegal. "
Awal bulan ini, anggota ASA, yang merupakan asosiasi terbesar dan tertua yang terlibat dalam studi interdisipliner dalam budaya dan sejarah Amerika, memilih untuk melarang universitas Israel dari bekerja sama dengan kampus mereka.
Organisasi ini mengatakan alasan di balik keputusannya adalah bahwa lembaga-lembaga Israel mendukung kebijakan yang melanggar hak asasi manusia pemerintah Israel yang melakukan penekanan terhadap rakyat Palestina.
Namun langkah boikot oleh ASA telah mendapat penentangan dari politisi AS baik di tingkat negara bagian dan federal, terutama politisi yang mendukung negara Yahudi tersebut.
Politisi partai Republik wakil dari negara bagian New York, Eliot Engel, mendesak ASA untuk mengakhiri boikot, mengatakan ia terkejut dengan keputusan organisasi itu.
Dua politisi partai Demokrat pro-Israel di legislatif negara bagian New York juga memperkenalkan RUU minggu ini untuk memotong bantuan negara kepada perguruan tinggi yang berafiliasi dengan gerakan ASA. [muslimdaily.net/ +ResistNews Blog ]