-->

Sutarman: “Saya yang Suruh Jilbab Polwan Ditunda”


+ResistNews Blog - Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman membantah dirinya berselisih paham dengan wakilnya, Komisaris Jenderal Oegroseno, terkait penggunaan jilbab polisi wanita. Soal telegram berisi penundaan pemakaian jilbab polwan yang dikeluarkan Oegroseno telah sepengetahuan dirinya.

"Saya yang suruh Pak Wakapolri untuk bikin surat karena saya lihat penggunaan jilbab tidak seragam," kata Sutarman usai peringatan HUT ke 63 Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara Baharkam Polri di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin.

Menurut Sutarman, dia yang memerintahkan pembuatan surat pembatalan penggunaan jilbab polwan saat dia berada di Papua. 

"Saya telepon Pak Irwasum. Mas, tolong moratrium dulu aturan karena tidak seragam. Saya melihat ada yang merah, ada yang putih, ada yang macam-macam, ada yang sampai dikeluarkan. Enggak elok, kan," katanya.

Menurut jenderal bintang empat itu, pemakaian jilbab bagi polwan adalah bagian dari hak asasi seseorang. Namun, begitu dipakai, jilbab polwan ternyata malah berubah menjadi "warna-warni" karena mereka terikat dinas dan lainnya.

"Makanya kebijakan ini saya serahkan kembali. Anda (polwan) silakan seragamkan, Anda yang ada di Jakarta bisa beli tapi yang di daerah-daerah sana belum tentu bisa beli," ucapnya.

Sementara, Wakapolri Komjen Pol Oegroseno mengatakan penundaan jilbab bagi polisi wanita masih akan menunggu Peraturan Kapolri (Perkap) soal seragam.

"Karena pemakaian jilbab ada dari Aceh ke Papua, jadi kita tunda sambil tunggu peraturan Kapolri (Perkap) jangan sampai pakai jilbab jadi seksi. Jangan sampai bajunya ketat, 'body'-nya keliatan. Malah menimbulkan nafsu," tutur Seno.

"Nanti kita lihat dulu mana yang lebih cocok, apa dari Mekkah atau Aceh," tandasnya. [atjehcyber.net/ +ResistNews Blog ]