-->

Mujahidin Al Shabab Distribusikan 100 Ribu Ekor Zakat Ternak

Pejabat kantor resmi urusan Zakat mujahidin Al Shabab, Syaikh Sulthan Muhammad Alu Muhammad
+ResistNews Blog - Pejabat kantor resmi urusan Zakat mujahidin Al Shabab, Syaikh Sulthan Muhammad Alu Muhammad, Sabtu malam lalu (14/12), mengumumkan bahwa kantornya akan mulai mendistribusikan zakat ternak pada Ahad pagi (15/12) ke seluruh wilayah-wilayah Islam di Somalia.

Dalam jumpa pers sebagaimana yang dilansir dawaalhaq.com, Ahad, Syaikh Sulthan menjelaskan, berlandaskan firman Allah yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [QS. At-Taubah: 103], Allah memerintahkan mengumpulkan zakat untuk membersihkan manusia dan supaya mereka mendapatkan pahala yang banyak. Maka, tambahnya, Allah swt memberikan kemudahan bagi kami untuk mengumpulkan sebanyak 100.000 ekor ternak dari Unta, Sapi dan Kambing.

Syaikh Sultan melanjutkan, kami akan akan memulai melaksanakan perintah kedua, yaitu membagikannya kepada yang berhak. Beliau membacakan firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang terlilit utang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.” (Qs. At Taubah: 60)

“Fase pertama akan kami distribusikan kepada sekitar 4.000 , dan setiap keluarga akan mendapatkan lima kambing atau dua onta atau dua sapi” jelasnya.

Beliau menghimbau warga kaya untuk tidak mengambil harta zakat yang telah didistribusikan. Beliau menukil sabda Nabi yang artinya, “Harta Zakat tidak untuk orang-orang kaya”.

Syaikh Sultan menunjukkan, akan ada fase kedua dalam pendistribusian zakat ini. Fase kedua akan didistrubisan hanya untuk warga yang tidak mendapatkan harta zakat pada fase pertama.

Beliau juga menasehatkan kepada para petugas zakat untuk bertakwa kepada Allah selama menjalankan tugas. Mereka juga disehatkan memberikan zakat kepada yang berhak, khususnya orang-orang lemah.

Di akhir perkataannya, Syaikh Sultan mengatakan, semoga kita semua dijadikan Allah termasuk dalam firmannya yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allahlah kembali segala urusan, [Qs. Al Hajj: 41].

“Semoga Allah memberikan pertolongan atas musuh-musuh kami dan menjaidkan hari-hari ini sebagai hari kemenangan” tutupnya. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]