-->

Jabhah Nusrah Eksekusi Pemerkosa dan Pembunuh Relawati Muda di Aleppo

ilustrasi
+ResistNews Blog - Mujahidin Jabhah Nusrah, Selasa pagi kemaren (10/12), mengeksekusi mati seorang komandan brigade milisi oposisi dan lima anak buahnya di daerah Adnan, pedesaan Aleppo. Eksekusi itu dilakukan setelah mereka terbukti memperkosa dan membunuh seorang aktivis dan juga relawati medis dan kemanusian, Samira Kayali, di Aleppo.

Sebagaimana dilaporkan all4syria.info, Selasa, Samira Kayali dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan dari Aleppo ke Turki, tepatnya di dekat daerah Kufur Hamrah. Setelah 40 hari semenjak laporan tersebut (tepatnya pada tanggal 10 Nopember), wanita 20 tahun itu ditemukan tewas dan jasadnya dibuang di sebuah perkebunan di daerah tersebut.

Mendengar hal itu, Mujahidin Jabhah Nusrah segera mengambil alih kasus tersebut dan melakukan pengepungan terhadap daerah Kufur Hamrah hingga ke perbatasan Turki, tempat hilangnya aktivis wanita muda tersebut. Dalam pemburan pelaku pemerkosaan dan pembunuhan itu, Mujahidin Jabhah Nusrah menangkap seorang komandan brigade Adnan bernama Namr Abu Al Khoir dan anaknya, Sanan, serta empat anak buahnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, mereka terbukti menculik, memperkosa, mencuri dan membunuh aktivis Samira Kayali. Tidak hanya itu, mereka juga mengaku sebagai agen intelejen udara pasukan rezim Bashar Al Asad di Aleppo. Atas serangkaian kejahatan itu, mujahidin Jabhah Nusrah mengeksekusi mati keenam penghianat tersebut.

Samira Kayali termasuk wanita muda Suriah pertama yang ikut bergabung dalam gerakan revolusi Suriah. Ia terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi menentang pemerintah Bashar Al Asad. Seiring pertempuran bersenjata meletus di negaranya, Kayali ikut bergabung dalam gerakan aktivis kemanusiaan dan medis untuk melayani rakyat Suriah. Terakhir, ia bertugas di rumah sakit lapangan di daerah Kufur Hamrah. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]