+ResistNews Blog - Pertempuran sengit antara milisi Kristen dengan milisi Muslim mengakibatkan kurang lebih 400 orang tewas di ibukota Republik Afrika Tengah, Bangui, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan pada hari Senin (9/12) seperti dilansir worldbulletin dan PTV.
“Jika kita tidak campur tangan, 394 kematian akan menjadi 5.000 atau 10.000,” kata Fabius pada saluran TV France 3, menambahkan, “kondisi telah tenang kembali di Bangui sekarang, tapi tindak kekerasan masih berlangsung.”
Prancis mengerahkan 1.600 tentara di bekas koloninya setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa Dewan Keamanan (PBB) mendukung mandat untuk memulihkan ketertiban. Resolusi PBB datang setelah bentrokan kekerasan antara milisi pertahanan diri Kristen dan pejuang Muslim mulai pada 5 Desember.
Uni Afrika juga akan meningkatkan jumlah angkatan yang ada dari 2.500 pasukan penjaga perdamaian ke 6.000.
“Serikat pekerja berkomitmen dan telah menyebarkan pasukan Afrika di tanah. Ia telah memutuskan untuk membawa gaya ini hingga 6.000 orang,” katanya dalam sebuah pernyataan kantor kepresidenan Perancis setelah pertemuan informal diadakan pada krisis di Paris.
Menurut laporan, mayat menumpuk di kamar mayat rumah sakit lokal karena lebih banyak yang masih pulih dari jalan-jalan ibukota pada hari Minggu (8/12). (kiblat.net/ +ResistNews Blog )