+ResistNews Blog - Dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya pelatihan militer dalam Islam (i’dad), maka Al Tsauroh Institute mengadakan Seminar Nasional pada hari Selasa (19/11/13) di Gedung Sucofindo Jl Pasar Minggu Jakarta Selatan, dengan tema “Pelahan Militer Dalam Perspektif Islam”.
Antusiasme para tokoh terhadap "Seminar Nasional Pelatihan Militer dalam Perspektif Islam" begitu terlihat saat mereka berbagi pengalaman masalah formula perjuangan jihad melawan thoghut dan kezaliman, khususnya dominasi asing di negri ini.
Mantan Anggota DPR, Ustad Mashadi, mengatakan bahwa kita sangat kecil kemungkinan bisa merubah sistem ini melalui parlemen. Pasalnya kata beliau, undang-undang yang ada sekarang ini, merupakan hasil kerjasama antara legislatif dan ekskutif, kemudian dananya bersumber dari fihak asing, seperti IMF dan World Bank, serta ADB, melalui LOI (Letter of Intens). Semua undang-undang yang ada tujuannya memudahkan fihak asing masuk kedalam kepentingan nasional Indonesia, termasuk penguasaan sumber daya alam (SDA). Belum lagi bantuan asing dan kerjasama dengan asing, terutama Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia, yang mengeruk sumber daya alam Indonesia.
“Negara ini bukan milik kita lagi. Negara ini sudah di "take over" (diambil alih) oleh asing. Sudah terjadi"silent take over" (pengambilan allihan secara diam-diam) terhadap Indonesia. Kita sudah kehilangan kedaulatan nasional kita. Jadi apa yang bisa kita harapkan” tutur Ustad Mashad dengan penuh kesal.
Jadi, yang terpenting bagi beliau adalah bagaimana kita bisa semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri kita dan keluarga kita serta benar-benar berjuang untuk menegakkan Syari’at Islam di bumi pertiwi ini.[voaislam/ +ResistNews Blog ]
Antusiasme para tokoh terhadap "Seminar Nasional Pelatihan Militer dalam Perspektif Islam" begitu terlihat saat mereka berbagi pengalaman masalah formula perjuangan jihad melawan thoghut dan kezaliman, khususnya dominasi asing di negri ini.
Mantan Anggota DPR, Ustad Mashadi, mengatakan bahwa kita sangat kecil kemungkinan bisa merubah sistem ini melalui parlemen. Pasalnya kata beliau, undang-undang yang ada sekarang ini, merupakan hasil kerjasama antara legislatif dan ekskutif, kemudian dananya bersumber dari fihak asing, seperti IMF dan World Bank, serta ADB, melalui LOI (Letter of Intens). Semua undang-undang yang ada tujuannya memudahkan fihak asing masuk kedalam kepentingan nasional Indonesia, termasuk penguasaan sumber daya alam (SDA). Belum lagi bantuan asing dan kerjasama dengan asing, terutama Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia, yang mengeruk sumber daya alam Indonesia.
“Negara ini bukan milik kita lagi. Negara ini sudah di "take over" (diambil alih) oleh asing. Sudah terjadi"silent take over" (pengambilan allihan secara diam-diam) terhadap Indonesia. Kita sudah kehilangan kedaulatan nasional kita. Jadi apa yang bisa kita harapkan” tutur Ustad Mashad dengan penuh kesal.
Jadi, yang terpenting bagi beliau adalah bagaimana kita bisa semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri kita dan keluarga kita serta benar-benar berjuang untuk menegakkan Syari’at Islam di bumi pertiwi ini.[voaislam/ +ResistNews Blog ]
