-->

Janda Arafat: Hasil Tes Tunjukkan Arafat Mati Diracun

+ResistNews Blog - Janda Yasser Arafat, mantan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan suaminya tewas diracun dengan radioaktif polonium.

Suha Arafat membuat pernyataan pada hari Rabu setelah menerima laporan oleh para ilmuwan Swiss yang menguji sampel yang diambil dari mayat Arafat, demikian laporanpresstv.

"Kami mengungkapkan kejahatan yang nyata, pembunuhan politik," katanya.

Laporan forensik, yang diserahkan kepada perwakilan janda Arafat, serta perwakilan dari Otoritas Palestina pada hari Selasa, mengatakan penelitian pada jenazah Arafat menunjukkan konsentrasi yang tinggi polonium-210, yang  mendukung teori keracunan.

"(penelitian) Ini telah mengkonfirmasi semua keraguan kami," kata Suha, menambahkan, " Hal ini secara ilmiah telah membuktikan bahwa ia tidak mati secara alamiah dan kita memiliki bukti ilmiah bahwa pria ini dibunuh."

Para ilmuwan dari Vaudois University Hospital Centre ( CHUV ) di Lausanne, Swiss telah melakukan pemeriksaan rinci catatan medis Arafat, sampel yang diambil dari jenazahnya, yang digali pada bulan November tahun lalu, dan barang-barang yang telah dibawa ke rumah sakit di Paris dimana dia meninggal.

David Barclay, seorang ilmuwan forensik Inggris yang telah mempelajari laporan itu, mengatakan, " Laporan ini berisi bukti kuat, dalam pandangan bukti saya, bahwa ada setidaknya 18 kali tingkat polonium dalam tubuh Arafat daripada tingkat biasa yang harus ada."

Banyak pejabat Palestina, percaya bahwa Israel meracuni Arafat. Wasel Abu Yousef, anggota komite eksekutif PLO, mengklaim Israel berada di balik dugaan peracunan Arafat.

"Presiden Arafat meninggal sebagai korban pembunuhan teroris terorganisir yang dilakukan oleh Tel Aviv yang berusaha untuk menyingkirkan dia," katanya.

Sementara itu pihak Israel telah membantah masalah ini dan menyatakan upaya penyelidikan kematian Arafat layaknya opera sabun. 

"Ini adalah episode terbaru dalam sabun dimana Suha menentang penerus Arafat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor. [muslimdaily/ +ResistNews Blog ]