-->

Thailand Berusaha Gaet Wisatawan Muslim, Israel dan Kalangan Gay

+ResistNews Blog - BERUPAYA menggaet lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Thailand, pemerintah negara Gajah Putih ini melakukan terobosan-terobosan baru termasuk mengkampanyekan Thailand ‘ramah’ untuk umat Islam, Israel bahkan kalangan gay.
Dalam kampanye pemasaran terbarunya, Thailand berusaha menarik beragam kategori wisatawan potensial termasuk dari kalangan Muslim, Israel dan kaum homoseksual, seperti dilaporkan New York Times pada hari Ahad kemarin (4/8/2013).
Dikenal sebagai “The land of smiles”, Thailand telah menekankan keterbukaan dan ketertarikan berbagai wisatawan yang kadang-kadang ditolak oleh negara-negara sekitarnya.
Thailand, negara yang berpenduduk mayoritas beragama Buddha, sedang mencoba untuk memasuki pasar yang menguntungkan dengan menarik wisatawan Muslim. Tidak seperti tetangganya Myanmar, di mana sentimen anti-Muslim baru-baru ini merambat menjadi aksi kekerasan, Thailand justru menampilkan dirinya sebagai sebuah negara yang “Muslim-friendly”.
Bahkan Thailand menjadi negara yang paling populer kedelapan bagi para wisatawan muslim, khususnya negara Teluk Arab, menurut Crescentrating, sebuah panduan perjalanan online bagi umat Islam.
Salah satu langkah yang dilakukan Thailand untuk menarik wisatawan Muslim yaitu dengan memasarkan dirinya sebagai tempat di mana makanan halal sudah tersedia dan menyajikan “spa halal” yang menawarkan fasilitas terpisah untuk wanita dan pria.
Semua pusat perbelanjaan terkemuka di negeri ini memiliki tempat ibadah, termasuk di kota resor pantai Pattaya.
Sementara itu, penelitian Crescentrating memasukkan Bandara Suvarnabhumi Bangkok sebagai bandara yang paling ramah bagi Muslim di negara non-Muslim.
Thailand juga aktif mencari kategori wisatawan lain yang dijauhi oleh negara-negara Asia Tenggara tetangganya.
Menurut analis industri perjalanan, Thailand adalah satu-satunya negara Asia dengan kampanye yang disponsori pemerintah – dengan slogan “Go Thai. Be Free” – yang ditujukan untuk wisatawan gay dan lesbian.
Di negara-negara Asia Tenggara lainnya – Brunei, Malaysia, Myanmar dan Singapura – semua bentuk kontak seksual sesama jenis adalah tindakan ilegal.
Di Thailand sangat umum melihat pasangan gay, lokal dan asing, berpegangan tangan di pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya.
Thailand juga menarik orang-orang yang tidak diinginkan di negara-negara tetangga mereka karena alasan politik maupun agama. Malaysia dan Indonesia, kedua negara mayoritas berpenduduk Muslim, yang melarang wisatawan Israel mengunjungi mereka. Namun Thailand, sebaliknya, telah lama menjadi salah satu tujuan paling populer bagi wisatawan Israel, dengan 120.000 warga Israel mengunjungi Thailand pada tahun 2012.
“Kita hidup di negara yang terbuka dan cukup liberal – Saya tidak bisa khawatir bahwa kita tidak akan diterima oleh pasar,” kata Wisoot Buachoom, direktur kantor Tourism Authority of Thailand di kota utara Chiang Mai.[fq/islampos/alarabiya/ +ResistNews Blog ]