+ResistNews Blog – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak mempermasalahkan salah satu BUMD DKI
memproduksi bir. Menurutnya bir bukan kategori minuman keras.
“Itu kan bukan miras, itu kan bir,
tergantung berapa persen alkohol dong. Kalau bir masih oke lah,” katanya
di Balaikota, Kamis (22/8).
Ahok berpendapat bahwa bir tidak
berbahaya karena tidak memabukan. Karena itu, Pemprov DKI belum
mengeluarkan larangan terkait hal itu. “Saya kira kalau minum bir enggak salah kok, asal enggak mabok. Masalahnya kalau dicampur spiritus sama air kelapa, ya tewas.” Katanya. Seperti yang dilkutip Suaranews
Salah satu BUMD DKI PT Delta Jakarta,
memproduksi minuman beralkohol yang salah satunya yaitu Anker Bir.
Bahkan perusahaan itu merupakan salah satu penyumbang Penghasilan Asli
Daerah (PAD) tertinggi sekira Rp75 miliar, di atas PD Pasar Jaya yang
hanya menghasilkan Rp25 miliar di tahun 2012 lalu.
Saham DKI Jakarta di PT Delta Djakarta
Tbk. sebesar 26,25% atau setara 4,2 juta lembar saham. Kepemilikan DKI,
melalui dua nama yaitu Municipal of Goverment of Jakarta sebanyak 3,7
juta lembar dan 467 ribu lembar oleh BP. IMP Jaya.
Pada 2012, Delta Jakarta memperoleh laba bersih perseroaan sebesar Rp
208 milyar. Dari hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), Pemprov DKI
mengantongi laba sebesar Rp 47,84 milyar.Selain dimiliki DKI Jakarta, saham Delta Jakarta juga dimiliki publik sebesar 2,4 juta lembar saham (15,42%). Sementara saham mayoritas dimiliki San Miguel Malaysia (L) Private Limited sebesar 9,3 juta lembar atau 58,33%. Dikutip pula oleh Gatra. (al-mustaqbal.net/ +ResistNews Blog )
