blog.resistnews.web.id - PARTAI berhaluan Islam Mesir Al-Wasat pada hari Senin kemarin
(29/7/2013) mengutuk penangkapan pemimpin mereka Abu al-Ila Madhi dan
wakilnya Issam Sultan, situs berita Mesir Al-Ahram melaporkan.
Al-Wasat mempertanyakan kedua pemimpin mereka karena dianggap sama sekali tidak melakukan kejahatan.
Kedua orang itu ditangkap di pinggiran Kairo Mokattam dan dipindahkan ke penjara Tora di pinggiran ibukota. Penjara Tora menjadi tempat mantan Presiden Hosni Mubarak dan dua putranya juga ditahan.
“Penangkapan kedua pemimpin kami menandai kembalinya masa yang membuat kami berpikir tidak akan pernah kembali lagi,” kata Al-Wasat dalam sebuah pernyataan.
Penangkapan para pemimpin Al-Wasat, pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi, menyusul penahanan beberapa tokoh Islam terkemuka Mesir.
Partai Al-Wasat didirikan pada akhir 1990-an oleh para pembelot dari gerakan Ikhwanul Muslimin.[islampos/alarabiya/blog.resistnews.web.id]
Al-Wasat mempertanyakan kedua pemimpin mereka karena dianggap sama sekali tidak melakukan kejahatan.
Kedua orang itu ditangkap di pinggiran Kairo Mokattam dan dipindahkan ke penjara Tora di pinggiran ibukota. Penjara Tora menjadi tempat mantan Presiden Hosni Mubarak dan dua putranya juga ditahan.
“Penangkapan kedua pemimpin kami menandai kembalinya masa yang membuat kami berpikir tidak akan pernah kembali lagi,” kata Al-Wasat dalam sebuah pernyataan.
Penangkapan para pemimpin Al-Wasat, pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi, menyusul penahanan beberapa tokoh Islam terkemuka Mesir.
Partai Al-Wasat didirikan pada akhir 1990-an oleh para pembelot dari gerakan Ikhwanul Muslimin.[islampos/alarabiya/blog.resistnews.web.id]
