blog.resistnews.web.id - Majelis
Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar masyarakat hati-hati dalam
mengkonsumsi kurma yang berasal dari Israel. Selama ini Indonesia tidak
memiliki hubungan dagang dengan Israel. Patut dicatat, Israel selama ini
dikenal sebagai negara agresor atas penduduk Palestina.
"Apalagi
diduga kuat, hasil perdagangan tersebut digunakan untuk membunuh
orang-orang tidak berdosa. Secara hukum dan etika tidak pas berdagang
dengan agresor," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am, saat
berbincang, Selasa (7/8/2012).
Karena
menjadi negara agresor itu, Ni'am menegaskan pemerintah tidak membuka
hubungan diplomatik dengan Israel. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU
1945.
"Sudah
seharusnya juga tidak ada hubungan dagang. Dagang itu bukan hanya
sekadar uang dan ekonomi semata, harus ada nilai di situ," tuturnya.
Tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detik.com,
Selasa (7/8/2012), setidaknya dari 9 buah impor terbesar yang diminati
masyarakat Indonesia, ada 2 buah impor yang berasal dari Israel.
Memang
jumlahnya tidak banyak, tetapi pada bulan Juni tahun ini, tercatat
masuknya impor kurma dari Israel. Impor tersebut sebanyak 20,6 ton
dengan nilai US$ 191,3 ribu dan baru dilakukan satu bulan sejak bulan
Januari 2012. [Widad/dtk/blog.resistnews.web.id]
