Morsi Mengambil Alih Kekuasaan dari Mubarak Hanya Untuk Menghidupkan Kembali Proses Perdamaian Untuk Melindungi Negara Yahudi
Senin, 6 Agustus 6, 2012
Oleh Abu Hasyim
Kegemparan dan keributan telah meletus di Mesir dengan terungkapnya
sebuah surat yang dikirim oleh Presiden Morsi yang menegaskan komitmen
Mesir untuk berhubungan damai dengan negara Yahudi. Dalam surat yang
dikirim kepada Shimon Peres, Presiden Negara Yahudi, Morsi menyatakan:
“Saya berharap untuk bisa mengerahkan segenap upaya terbaik kami untuk
melakukan Proses Perdamaian Timur Tengah kembali kepada jalur yang benar
dalam rangka mencapai keamanan dan stabilitas bagi semua orang di
wilayah ini, termasuk bagi rakyat Israel. ”Meskipun keberadaan surat itu ditolak mentah-mentah oleh para wakil Morsi, surat itu tampaknya asli. Surat kabar Inggris The Guardian melaporkan bahwa kantor kepresidenan Simon Peres mengatakan bahwa pembantu presiden Perez menerima komunike resmi itu pada tanggal 31 Juli 2012 dari Duta Besar Mesir untuk negara Yahudi, baik melalui surat tercatat maupun melalui fax dari Kedutaan Besar Mesir di Tel Aviv. Selanjutnya, surat kabar itu menyatakan bahwa nomor faks yang muncul di surat fax itu terdaftar di Kedutaan Besar Mesir di Tel Aviv.
Munculnya surat tersebut bukan merupakan kejadian yang luar biasa, melainkan merupakan perwujudan dari janji Morsi untuk menghormati perjanjian internasional Mesir, yang mencakup kesepakatan perdamaian dengan Israel. Kehadiran kedutaan Mesir di jantung negara Yahudi menggarisbawahi niat Morsi untuk memiliki hubungan yang harmonis dengan Yahudi.
Saat terungkapnya surat itu terjadi pada saat kunjungan para pemimpin Palestina - Presiden Mahmoud Abbas dan pemimpin politik Hamas Khaled Meshal ke Kairo. Setelah pertemuannya dengan Morsi, Abbas mengatakan kepada wartawan: “pintu-pintu proses politik dengan Israel tertutup.” Meskipun ada hubungan persaudaran yang dekat antara Morsi dan Hamas, tidak ada penawaran baru yang diberikan kepada Meshal untuk meringankan penderitaan dan kesengsaraan warga Palestina di Gaza. Bahkan Morsi menegaskan kembali bahwa dia tidak akan berpihak pada pembagian kepemimpinan Palestina. Dia berkata, “Kami telah mengatakan sebelumnya bahwa kami berdiri pada jarak yang sama dari semua faksi Palestina. Kami mendukung dan membantu mereka dan selalu senang membantu untuk melakukan rekonsiliasi.”
Pernyataan-pernyataan itu dengan jelas menunjuk fakta bahwa Morsi yang ada di bawah ketiak Tantawi telah ditugaskan oleh Amerika untuk mendamaikan perbedaan antara kepemimpinan Palestina dan memulai proses perdamaian Timur Tengah, yang dirancang untuk menjaga keamanan negara Yahudi itu. Jadi, baik Morsi maupun Tantawi bekerja sama dan mengambil potongan yang tertinggal saat penggulingan Mubarak untuk menyatukan kembali faksi-faksi Palestina dan memulai kembali proses perdamaian. Saat berbicara mengenai kolaborasi antara Morsi dan Tantawi untuk mencapai tujuan bersama, Menteri Pertahanan AS Panetta mengatakan, “Menurut pandangan saya, Presiden Morsi dan Kepala Staf AD Tantawi memiliki hubungan kerja yang sangat baik dan bekerja sama untuk tujuan yang sama.” Sebagai imbalannya Amerika menawarkan Tantawi dan Morsi $ 1,3 miliar bantuan karena berkomitmen melakukan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap umat dan terus bekerja sama dengan Amerika dan negara Yahudi itu.
Tidakkah Morsi dan Tantawi memperhatikan firman Allah yang secara jelas memperingatkan orang-orang yang mengambil sekutu yang bersumpah menjadi musuh umat Islam? Allah berfirman: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang dengan kamu sampai kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, petunjuk Allah adalah petunjuk yang benar.’” [Al-Baqarah, 2:120]
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah
pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil
mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim” [Al-Maida, 05:51]
Kaum muslim Mesir harus berdiri tegak menolak rencana pemerintah
Amerika yang tidak bisa dipercaya itu untuk memberikan keamanan dan
perdamaian kepada negara Yahudi. Mereka harus menolak setiap usulan yang
diambil oleh Morsi dan Tantawi yang memperkuat hegemoni Amerika atas
mereka dan menempatkan sumber daya Mesir untuk membela negara Yahudi
itu.Kaum muslim Mesir harus memastikan bahwa sumber daya negara ditempatkan dalam usaha membela Islam dan umat Muslim saja. Dan bahwa setiap potongan terakhir sumber daya tersebut digunakan untuk pembebasan Palestina! Hal ini hanya bisa dicapai oleh kaum Muslim Mesir dengan menyatukan diri dengan saudara-saudara mereka pada angkatan bersenjata untuk mendirikan kembali Negara Khilafah dan secara permanen menghapus keadaan darurat dan rasa takut yang dilakukan oleh negara Yahudi itu terhadap rakyat Palestina.
“Hai
orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila
Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu!”
[Al-Anfaal, 08:24] (RZ/khilafah.com)

