IBRAHIM
BIN ADHAM memilih safar dan tinggal di Syam selama 24 tahun guna
mencari rizki yang benar-benar halal. Di Syam beliau tinggal di
pegunungan Libanon untuk memperoleh makanan dari buah-buahan dan
tumbuhan yang ada di wilayah itu yang belum menjadi hak milik
seorangpun. (lihat, Tanbih Al Mughtarrin, hal. 123)
Para ulama terdahulu melakukan safar tidak hanya untuk haji dan mencari ilmu, namun juga untuk mencari penghidupan yang halal.

