Ibrahim (53) ditahan atas tuduhan terlibat "terorisme", ia mengaku "bersalah" atas tuduhan "teror" yang dilayangkan kepadanya pada Juli 2010. Ia mengakui bahwa dirinya termasuk Mujahid Al-Qaeda dan terkadang menjadi supir untuk Syaikh Usamah bin Ladin (rahimahullah).
Qosi dibawa oleh pasukan AS ke Sudan menggunakan pesawat pada Selasa malam, kemudian ia tiba bandara Khartoum, Sudan pada Rabu (11/7) waktu fajar. Saat ia tiba di tanah airnya, Qosi langsung tersungkur bersujud untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian ia berjumpa dengan keluarganya dan terlihat berbincang bersama ayahnya, dan sempat melakukan konferensi pers di hadapan para wartawan.
| Ibrahim al-Qosi |
Walaupun Qosi telah menghabiskan masa tahanannya, pemulangan ini tidak meyakinkan beberapa pihak. Sebab, dibawah doktrin Obama, sebagaimana Bush sebelumnya, AS berpendapat bahwa mereka dapat secara hukum menahan narapidana dengan tanpa batas setelah ia menyelesaikan masa hukumannya dengan memindahkannya dari Guantanamo. (siraaj/arrahmah.com)
