ResistNews - Remaja
di Belanda menderita akibat tekanan social media yang mengerikan. Hal
ini terungkap dari survei yang diadakan Media Literacy Network,
sebagaimana diwartakan oleh radionetherland, Rabu 9 Mei 2012.
Sebanyak 86% responden mengaku selalu membawa serta sebuah smart phone. Sementara itu, 60% responden mengaku terserang panik jika tidak bisa segera melihat pesan yang baru masuk. Seperempat dari jumlah responden mengaku stres karena tidak bisa terus menerus mengikuti perkembangan di social media seperti Facebook, Ping, Twitter, MSN dan Hyves.
Sebanyak 500 remaja yang tersebar di seluruh Belanda diwawancara untuk survei ini.
Mereka mengungkapkan ketakutan kalau-kalau mereka melewatkan sesuatu di media sosial. Ketakutan tersebut membuat mereka stres. Kebanyakan responden mengatakan kalau social media mengalihkan konsentrasi, prestasi sekolah, interaksi dengan keluarga, bahkan jam tidur mereka.
Media Literacy Network meluncurkan kampanye untuk menyadarkan para remaja mengenai penggunaan social media. Mereka juga meluncurkan website baru berbahasa Belanda. Hal ini dilakukan demi mendorong generasi muda untuk melakukan kegiatan mereka di dunia nyata dan menyebarkan situs web tersebut kepada rekan-rekan remaja lainnya.
[muslimdaily.net/renesi]
