Dalam aksinya, seperti diberitakan media Press TV, Sabtu (26/5/2012), para demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang AS dan Israel. Massa juga menyerukan pemerintah Yaman untuk menghentikan kerja sama militer dan politik dengan Washington.
Para demonstran juga meminta dihentikannya aksi-aksi kekerasan yang marak terjadi di negeri miskin itu.
Sebelumnya pada Senin, 21 Mei waktu setempat, sebanyak 120 orang, sebagian besar tentara, tewas dalam serangan bom di Sanaa, ibukota Yaman. Serangan yang menargetkan latihan parade militer itu juga menyebabkan 350 orang lainnya luka-luka.
Sementara 14 orang termasuk anak-anak, tewas dalam serangan bom mobil di Provinsi al-Jawf, Yaman utara pada Jumat, 25 Mei lalu. (dtk)
