-->

Rakyat Mesir Ingin Islam Berperan Dalam Negara


"Kebanyakan orang Mesir tetap percaya bahwa Islam memainkan peran positif dalam politik negara mereka," kata Pew Research Center's Global Attitude Project dalam sebuah laporan baru, yang dilansir onislam.net, Rabu 9 Mei.

Sebuah survei oleh lembaga tersebut menunjukkan bahwa 66% orang Mesir menginginkan Islam untuk memainkan peran utama dalam kehidupan politik pasca-revolusi Mesir. Namun dua puluh lima persen responden tidak setuju.

"Mesir jelas ingin Islam berperan dalam membentuk hukum nasional," kata laporan itu.

Survei nasional dari 1.000 responden juga menunjukkan bahwa orang Mesir sangat mengharapkan agar Alquran harus membentuk hukum negara ini. Enam dari sepuluh orang Mesir mengatakan mereka ingin hukum Mesir untuk secara ketat mengikuti Qur'an.

Tiga puluh dua persen responden mengatakan mereka menginginkan hukum Mesir agar sesuai dengan prinsip-prinsip Islam tetapi tidak ketat mengikuti Alquran, sementara hanya 6% mengatakan Al Qur'an tidak memiliki pengaruh.

Jajak pendapat itu menunjukkan bahwa orang Mesir yang lebih tua (68%) khususnya kembali berpandangan bahwa hukum harus mengikuti Alquran, sementara persentase turun pada kalangan muda Mesir (54%).

Sebuah perbedaan serupa muncul sesuai dengan tingkat pendidikan, karena 68% warga Mesir dengan pendidikan dasar atau kurang ingin mengikuti Alquran, sementara persentase turun menjadi 55% di pada orang-orang Mesir berpendidikan tinggi.

Mesir dijadwalkan menyelenggarakan pemungutan suara pada 23-24 Mei untuk memilih presiden baru setelah jatuhnya Mubarak.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa sebagain besar rakyat Mesir mendukung partai berbasis Islam seperti partai milik Ikhawnul Muslimin dan Partai milik Salafi. Mereka juga mendukung calon-calon yang diusung oleh Partai Kebebasan dan Keadilan, partai bentukan Ikhwanul Muslimin maupun dari Partai An-Nur, partai yang didukung Salafi.

[muslimdaily.net/OI]