ResistNews - Pembatalan konser Lady Gaga terus jadi
sorotan. Tak hanya di Indonesia, begitu juga di luar negeri. Media asing
juga menyoroti ancaman muslim garis keras terhadap konser Lady Gaga.
Sebuah media terkemuka di Inggris, Dailymail, mengutip Associated Press
yang menyajikan berita jumpa pers Big Daddy dan kuasa hukumnya, Minola
Sebayang, pada Minggu 27 Mei kemarin. Bahwa Lady Gaga batal konser
karena merasa tidak aman menggelar konser di Jakarta.
Dalam artikel yang diturunkan Minggu sore waktu Inggris, Daily Mail, menulis “Indonesia adalah negara sekuler dengan penduduk 240 jiwa, sering bekerjasama dengan Amerika Serikat dan negara lainnya, menunjukkan bahwa demokrasi dan Islam bisa hidup bersama. Dalam banyak hal mereka benar”.
“Setelah diturunkannya pemerintahan diktator lebih dari satu dekade
yang lalu, melakukan reformasi dengan pemilihan langsung, mengembangkan
hak asasi manusia dan kebebasan media”.
“Tetapi, sebagian kecil kelompok ekstrem lebih vokal dan sering melakukan kekerasan. Setahun belakang ini, menyerang umat Kristen dan anggota kelompok agama yang minoritas, atheis, dan setiap orang yang bukan kelompok mereka disebut tidak bermoral”.
“Motor kelompok tersebut, FPI, menyebut Lady Gaga sebagai ‘pembawa
pesan setan’ dan berencana mengerahkan ribuan anggotanya untuk mencegat
pesawat Lady Gaga di bandara”.
“Sebagian lainnya mengaku telah membeli tiket, sehingga bisa masuk dan membatalkan konser dari dalam stadion bertempat duduk 52,000 di tengah Ibu Kota, Jakarta”.
“Polisi merespon ancaman tersebut dengan tidak memberikan rekomendasi izin”. (nonblok)
Dalam artikel yang diturunkan Minggu sore waktu Inggris, Daily Mail, menulis “Indonesia adalah negara sekuler dengan penduduk 240 jiwa, sering bekerjasama dengan Amerika Serikat dan negara lainnya, menunjukkan bahwa demokrasi dan Islam bisa hidup bersama. Dalam banyak hal mereka benar”.
“Tetapi, sebagian kecil kelompok ekstrem lebih vokal dan sering melakukan kekerasan. Setahun belakang ini, menyerang umat Kristen dan anggota kelompok agama yang minoritas, atheis, dan setiap orang yang bukan kelompok mereka disebut tidak bermoral”.
“Sebagian lainnya mengaku telah membeli tiket, sehingga bisa masuk dan membatalkan konser dari dalam stadion bertempat duduk 52,000 di tengah Ibu Kota, Jakarta”.
“Polisi merespon ancaman tersebut dengan tidak memberikan rekomendasi izin”. (nonblok)