Syahzad Akbar, direktur Yayasan Hak Fundamental mengatakan bahwa hanya 170 orang yang terbunuh oleh serangan udara AS di barat laut Pakistan yang diidentifikasi sebagai "militan".
Barack Obama, pemimpin perang salib lanjutan, mengkonfirmasi pertama kalinya pada akhir Januari lalu bahwa drone telah menyerang sasaran di Pakistan.
Pakistan mengatakan bahwa serangan drone AS adalah kontraproduktif dan melanggar hukum.
"Kami dalam pandangan yang tegas bahwa ini adalah melanggar hukum, kontraproduktif dan oleh karena itu tidak diterima," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Pakistan pada (31/1/2012) lalu.
AS senantiasa mengklaim bahwa serangan udaranya hanya menargetkan Mujahidin namun fakta mengatakan korban terbesar adalah warga sipil tak bersenjata termasuk anak-anak tak berdosa. (siraaj/arrahmah.com)