-->

Penembakan Brutal di AS, Pelaku Pria Korea Bernama One Goh


Ilustrasi
ResistNews - Aksi penembakan brutal terjadi di sebuah kampus California, Amerika Serikat. Kepolisian Amerika Serikat merilis identitas tersangka pelaku pembantaian yang menewaskan 7 orang tersebut.

Tersangka diidentifikasi sebagai One Goh, seorang pria Korea berumur 43 tahun yang tinggal di AS. Pria itu menyerah kepada polisi yang memburunya setelah dia melarikan diri dari lokasi pembantaian di Oakland, dekat San Francisco. Tersangka ditahan di Kota Alameda, dekat Oakland.

Demikian disampaikan kepala kepolisian Oakland, Howard Jordan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/4/2012). Tersangka ditemukan polisi dan menyerahkan diri di dekat sebuah supermarket di Kota Alameda.

"Tersangka, yang diyakini sebagai warga Oakland, menyerah kepada petugas Departemen Kepolisian Alameda di kota mereka," kata Jordan pada konferensi pers.

"Dia merampas mobil seorang korban dan mengemudikannya ke Alameda," imbuh Jordan.

Dikatakan Jordan, tersangka merupakan mantan mahasiswa kampus tersebut dan tidak memiliki catatan kejahatan. "Dia warga negara Korea," tutur Jordan tanpa menjelaskan apakah dia dari Korea Selatan atau Korea Utara.

Dalam insiden berdarah yang terjadi Senin, 2 April waktu setempat itu, seorang pria bersenjata menebar maut di kampus swasta Oikos University di East Oakland, California.

Menurut saksi mata, tersangka tiba-tiba masuk ke sebuah kelas dan berdiri di depan kelas lalu menembak seseorang dari jarak dekat dan mengenai bagian dada. Setelah itu tersangka melepaskan tembakan membabi-buta ke seluruh kelas.

Tidak berhenti di situ, pelaku yang menurut saksi mata terlihat "gila" itu kemudian menembaki secara brutal sejumlah lokasi di kampus tersebut. Korban-korban pun berjatuhan di sejumlah lokasi. Sekitar 35 orang berada di lokasi saat kejadian. Dari jumlah itu, 10 orang di antaranya terkena terjangan peluru dan lima orang lainnya tewas seketika di lokasi kejadian. Dua orang lainnya tewas tak lama kemudian di rumah sakit. (ita/nrl/dtk)
 
Komentar ; seperti biasa, stigma tidak akan terjadi jika melakukan perbuatan keji seperti ini dilakukan oleh orang non-muslim.masyarakat hanya memvonis hal ini layaknya orang yang tidak waras, atau orang yg sedang memiliki penyakit mental, atau orang yang sedang depresi. lantas bagaimana bila yg melakukannya adalah erat kaitannya dgn agama khususnya islam? pastilah akan dicap sebagai teroris yg memiliki hubungan dgn al qaidah dan lain sejenisnya. sesuatu yg sangat tidak rasional akibat islamophobia yg dibentuk oleh media dan pemerintahannya. ironis...