-->

Liga Arab Turun Tangan untuk Redakan Ketegangan Ikhwan dan UEA Terkait Syaikh Qaradhawi


ResistNews - Kepala Liga Arab, Nabil al-Araby, mengatakan pernyatan yang dibuat oleh seorang juru bicara Ikhwanul Muslimin di Mesir melawan Uni Emirat Arab merupakan sikap "bermusuhan," dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Senin lalu.
Sebelumnya juru bicara Ikhwan, Mahmud Ghozlan, mengancam akan melakukan tindakan melawan UEA jika negara Teluk tersebut berusaha untuk menangkap dan mengadili tokoh ulama Muslim terkemuka Syaikh Yusuf al-Qaradhawi.
Syaikh Qaradhawi telah memicu pedebatan antara UEA dan pendukung Ikhwan ketika ia mengkritik negara Teluk yang dilaporkan mencabut visa warga Suriah yang memprotes rezim Presiden Bashar al-Assad di luar konsulat Suriah di Dubai.
Komentar Qaradhawi itu memprovokasi respon panas dari kepala polisi Dubai, Dhabi Khalfan, yang mengancam akan menangkap Syaikh tersebut.
Menanggapi ancaman membalas Ikhwanul Muslimin tentang tindakan melawan Uni Emirat Arab, media Mesir mengutip Al-Araby yang mengatakan pada Senin lalu: "Saya menyerukan semua kekuatan politik untuk menggunakan kebijaksanaan dan kehati-hatian mereka serta menghindari sikap bermusuhan dan pernyataan tidak bertanggung jawab yang dapat merusak hubungan di antara negara-negara Arab, yang bisa menyebabkan pertikaian dan perpecahan."
Kepala Liga Arab tersebut menambahkan: "Kami akan mempersiapkan KTT Arab mendatang di Baghdad, yang kami harap akan mengembalikan semangat solidaritas Arab dan posisi menyatukan Arab pada tantangan dan variabel utama yang dihadapi wilayah tersebut."
Sementara itu, kantor berita MENA mengutip sumber-sumber anonim diplomatik Mesir yang mengatakan bahwa tidak ada masalah antara Mesir dan UEA, dan komentar juru bicara Ikhwan mengekspresikan pendapat kelompoknya dan bukan pemerintah Mesir.(fq/aby/eramuslim.com)