-->

Hengky, Retas Jalan Nomor Satu Berawal Dari Handphone Jadul

Berkunjung ke rumah peristirahatan presiden direktur PT Setia Utama Telesindo itu sungguh menyenangkan. Sambil menyuguhkan aneka seafood yang masih segar dan lezat, ia menceritakan pengalamannya membangun perusahaan yang dikenal dengan nama Telesindo itu.

Menurut Hengky, jiwa bisnisnya sudah terbentuk saat ia masih menjadi mahasiswa Universitas Tarumanegara. ''Waktu itu saya menjual ponsel Nokia yang ukurannya masih segede bata. Handphone yang harganya Rp5 juta, saya jual Rp7 juta,'' ungkapnya.

Melihat untung yang besar, ujarnya, ia makin rajin berjualan. Sembari dagang, dia juga berusaha merampungkan kuliahnya. Setelah lulus dan menggondol gelar sarjana ekonomi, otak bisnisnya makin terasah. Ia menilai peluncuran teknologi AMPS oleh Komselindo merupakan peluang untuk menjual ponsel berbasis teknologi tersebut.

Awalnya, ia menjadi subdistributor PT Electrindo Nusantara yang merupakan distributor resmi ponsel Motorola. Untuk satu lembar purchase order (PO), Hengky harus merogoh kocek Rp8 juta. Namun, dari situ dia bisa menjual seharga Rp9 juta. Pada saat itu, Hengky berhasil mendapatkan satu buku PO berisi 25 lembar sehingga ia pun bisa menangguk keuntungan sebesar Rp25 juta. Di bulan-bulan berikutnya, Hengky mampu menjual 75 lembar PO.

Dari sekadar berjualan PO, Hengky pun beralih menjadi pengusaha ketika sudah memiliki modal sebesar Rp100 juta. Jalan hidupnya sebagai pengusaha dimulai pada 1992 dengan mendirikan PT Setia Utama Telesindo yang merupakan dealer resmi distributor Star Ekspress. Di tangannya, produk Motorola yang tidak laku justru laris manis. Ratusan unit bag phone berhasil dijualnya. Padahal, dealer lain angkat tangan.

Perubahan teknologi dari AMPS ke GSM membuat Telesindo harus mengikuti arus. Pada 1994, Hengky pun mulai menjual produk berbasis GSM yang ditawarkan Satelindo. Lagi-lagi, ia masuk saat operator enggan bermain di bisnis tersebut. Maklum saja, teknologi GSM saat itu masih terbilang baru. Kini, gerai Telesindo sudah mencapai 500 dan perusahaan itu juga menjadi dealer untuk Telkomsel.

Bagi orang yang tak kenal dekat dengan Hengky Setiawan, mungkin akan beranggapan bahwa pria kelahiran Jakarta 7 Juli 1969 adalah salah satu bintang iklan ponsel lokal. Bagaimana tidak, wajahnya kerap menghiasi iklan produk ponsel di media cetak nasional dan papan-papan iklan di Jakarta dan kota besar lainnya.

Sosok Hengky di iklan-iklan tersebut memang jauh dari kondisi sebenarnya. Pasalnya pria yang memiliki tinggi 180 cm tersebut tak lain adalah pemilik merek ponsel lokal yang diiklankannya. Hengky merupakan orang nomor satu di Telesindo Grup. Pria penggemar mobil Ferari tersebut menduduki jabatan  Presiden Komisaris di TiPhone dan CEO dari Telesindo Shop PT Setia Utama Telesindo.

Telesindo Shop yang melambungkan namanya menjadi 'raja voucher' didirikan pada 1992, dan kini dikenal sebagai salah satu authorized dealer dengan omzet terbesar yang bekerjasama dengan Telkomsel. Beberapa waktu lalu, sebuah majalah bisnis berbahasa Inggris memperkirakan nilai pasar dari Telesindo Shop mencapai 40 juta  dollar AS hanya dari penjualan produk seluler (voucher dan kartu perdana).

"Saya ingin menunjukkan keyakinan dan kepercayaan diri saya, karena pada prinsipnya semua berawal dari keyakinan. Selain itu, menyewa model iklan juga mahal, lebih baik saya alokasikan untuk publikasi di media," kata Hengky, di Jakarta.

Hengky menuturkan, penampilannya di iklan-iklan tak terlepas dari kisah setahun silam, tepatnya saat 17 Agustus 2009. Ketika itu ia menjadi salah satu bintang iklan ponsel lokal, dan ternyata sambutan dari berbagai kalangan sangat baik. "Banyak orang mengirimkan pesan kepada saya, bahkan banyak orang yang mengatakan 'berani mati nih Orang', makanya saya berani tampil," kata Hengky.

Sejak saat itulah Hengky tampil di berbagai iklan TiPhone. "Saya mengambil alih TiPhone sejak delapan bulan lalu, dan dalam kurun waktu tersebut kami telah berhasil mewujudkan mimpi menjadi tiga besar, saat ini kami sedang meraih mimpi untuk menjadi nomor satu, bisa dibayangkan dalam kurun waktu itu kami bisa menyingkirkan sekira 168 merk lokal yang ada di pasaran," kata pria bershio ayam tersebut.

Bagi hengky dalam sebuah bisnis diperlukan sebuah inovasi dan tentunya melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Dulu, sama sekali tak terpikirkan untuk memiliki merek ponsel sendiri. Berbekal melihat cara kerja brand lain, tiPhone akhirnya perlahan mulai meraih sukses. "Kita pelajari cara-cara yang dilakukan oleh brand lain, tapi kami tak mengikutinya, kami mencoba untuk melakukan cara lain, dan tentu saja berbekal keyakinan," tutur Hengky.

Salah satu inovasi yang dilakukan Hengky untuk meretas jalan menjadi pemimpin pasar ponsel lokal, tak hanya dilakukan dengan membentuk branding TiPhone melalui publikasi di media massa. Tapi juga dilakukan dengan membangun layanan purna jual.

"Rencananya kami akan membangun 128 titik service center di seluruh Indonesia, semoga di akhir tahun nanti semuanya terwujud," tandasnya.

Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun service center tersebut mencapai Rp1 miliar per titik. Optimisme Hengky untuk membangun service center tersebut cukup tinggi mengingat, service center tersebut bisa digabungkan dan bersatu dengan outlet Teleshido Shop yang kini jumlahnya telah mencapai 500 outlet. "Saya juga ingin outlet Telesindo Shop menjadi 700 toko di akhir 2010," tambah pria yang mengoleksi sejumlah mobil Mercy Classic itu.

Selain pembangunan fisik service center, inovasi lain yang akan dikembangkan TiPhone lainnya, ialah bekerjasama dengan pengembang-pengembang konten lokal dan luar negeri. "Konten sangat penting di ponsel, tengok saja iPhone yang kian kaya dengan konten, dan kami akan mengarah ke arah tersebut, tunggu saja dalam waktu dekat kami akan mengumumkan kerjasama dengan pengembang konten asal Jerman," tegas Hengky.

"Kami sengaja mengkombinasikan antara konten lokal dengan luar negeri agar lebih variatif," tandasnya.

Dikatakan Hengky, mimpinya menjadi nomor satu akan terwujud paling lambat setahun ke depan. "Kami fokus dan kunci menjadi pemenang adalah memiliki merek yang kuat dengan dukungan purna jual terpercaya, sebab itu kami yakin karena produk yang kami kembangkan adalah produk-produk yang sangat kompetitif, kami serius," tutup Hengky. (fn/mi/ok) www.suaramedia.com