"Anggaran pertahanan Inggris benar-benar tidak masuk akal,"
Edward Leigh
TRIBUNNEWS.COM, LONDON- Pemerintah Inggris harus menghadapi defisit anggaran pertahanan hingga £ 80 miliar atau US$ 120 miliar dalam satu dekade mendatang. Alhasil, Negeri Ratu Elizabeth ini harus menunda bahkan membatalkan beberapa program pertahanannya, agar anggaran tidak jebol.
"Anggaran pertahanan Inggris benar-benar tidak masuk akal," ujar Ketua Komite Pertanggungjawaban Publik di Parlemen, Edward Leigh, di Parlemen, Selasa (23/3).
Leigh, yang berasal dari partai oposisi menegaskan, Departemen Pertahanan harus mengambil keputusan sulit seperti menunda seluruh program pengadaan perlengkapannya. Defisit anggaran pertahanan menyumbang cukup besar terhadap total defisit anggaran pemerintah tahun ini yang sebesar £ 178 miliar.
Kementerian Pertahanan, tahun ini mendapat anggaran tahunan sebesar £ 36 miliar. Tapi, rencana belanja pertahanan dalam beberapa tahun nanti mencapai £ 60 miliar.
Pemerintah mendapat tekanan untuk menghemat anggaran pertahanan. Di sisi lain, bisa jadi kebutuhan senjata 9.500 tentara Inggris di Afghanistan bakal terbengkalai.(*)
"Anggaran pertahanan Inggris benar-benar tidak masuk akal," ujar Ketua Komite Pertanggungjawaban Publik di Parlemen, Edward Leigh, di Parlemen, Selasa (23/3).
Leigh, yang berasal dari partai oposisi menegaskan, Departemen Pertahanan harus mengambil keputusan sulit seperti menunda seluruh program pengadaan perlengkapannya. Defisit anggaran pertahanan menyumbang cukup besar terhadap total defisit anggaran pemerintah tahun ini yang sebesar £ 178 miliar.
Kementerian Pertahanan, tahun ini mendapat anggaran tahunan sebesar £ 36 miliar. Tapi, rencana belanja pertahanan dalam beberapa tahun nanti mencapai £ 60 miliar.
Pemerintah mendapat tekanan untuk menghemat anggaran pertahanan. Di sisi lain, bisa jadi kebutuhan senjata 9.500 tentara Inggris di Afghanistan bakal terbengkalai.(*)
