
Dikutip dari Kantor Berita Somalia, Harar24, pada hari Ahad (16/3/2014), Syaikh Abdul Aziz Abu Mush’ab di hadapan sejumlah media massa menjelaskan detil pertempuran sengit antara Mujahidin melawan penjajah Djibouti di wilayah kekuasaan al Shabaab, Bulo-Burde akhir pekan kemarin.
Disebutkan bahwa 19 personil pasukan penjajah Djibouti dan empat tentara rezim pemerintah Somalia tewas dalam laga pertempuran hingga tengah malam waktu setempat.
“Setelah merancang rencana dengan matang, kami menyerang pasukan Djibouti pengecut yang telah memasuki Bulo-Burde dengan taktik licik. Kami berhasil membunuh sembilan belas dari mereka,” kata juru bicara al Shabaab.
Selain itu Syaikh Abdul Aziz Abu Mush’ab menyebutkan bahwa Mujahidin al Shabaab juga telah menyerang posisi pasukan penjajah Ethiopia yang terletak di kota Burdhubo, Provinsi Gedo.
Abu Mush’ab mengatakan sejumlah besar pasukan Ethiopia dan Somalia tewas, dan lainnya luka-luka.
Jumlah musuh yang luka-luka sangat besar hingga menurut Syaikh Abu Mush’ab mereka tidak cukup untuk diangkut oleh pesawat untuk dipulangkan menuju Ethiopia dan Djibouti dari Baidoa.
Selain itu, al Shabaab juga mengejar mereka, hingga pesawat yang lepas landas turut terkena hujanan tembakan Mujahidin.
Lebih jauh lagi, Syaikh Abu Mush’ab juga berbicara tentang sebuah truk militer yang membawa pasukan Somalia meledak akibat diterjang oleh ranjau IED dekat Wanlaweyn di wilayah Shabelle bagian Bawah.
Juru bicara militer al Shabaab menyimpulkan pidatonya dengan menyebutkan bahwa Gerakan Mujahidin Islam tersebut telah mengubah strategi mereka. Yakni dengan membiarkan musuh masuk, sehingga mereka akan terjebak dan kemudian berdarah-darah sampai mati dengan perlahan tapi pasti.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa masyarakat Somalia berdiri di sisi mereka dan membantu dalam bentuk apapun yang memungkinkan. Baik itu ikut berjihad di front terdepan pertempuran, bantuan keuangan, memberikan arahan, atau dengan bantuan logistik lainnya. [shoutussalam.com/ +ResistNews Blog ]