-->

Analisa M.C. Ricklefs Tentang Makin Pudarnya Kaum Abangan di Jawa



+ResistNews Blog - M.C. Ricklefs, sejarawan asal Australia dalam acara peluncuran bukunya “Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi dan Penentangnya dari 1930 sampai Sekarang” menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan pudarnya pengaruh kaum islam abangan.

Kaum Islam abangan, menurut Ricklefs memiliki “sintesis mistik” tiga pilar: pertama, jawa identik dengan menjadi Muslim; kedua, bersedia menjalankan rukun Islam; dan ketiga percaya akan kekuatan supranatural warisan tradisi lampau.

Di tahun 1830-an, ada beberapa faktor yang menyebabkan sintesis ini memudar. Salah satu seababnya adalah tekanan dari kolonialisme dan menguatnya kristenisasi sehingga mempolarisasi Islam dan Jawa.

Selain polarisasi, Ricklefs juga menyebutkan pengaruh gerakan pemurnian Islam yang muncul di Minangkabau.

“Pemurnian Islam sudah muncul di Minangkabau di abad ke 19, sementara gerakan pemurnian di Jawa mendapat resistensi di pedesaan dan pedalaman,” jelasnya.

Sampai 1930, orang Jawa masih punya kepercayaan yang kuat terhadap kekuatan mistik. Akan tetapi tahun-tahun berikutnya ketika makin menguat mengingat kaum abangan yang banyak berafiliasi dengan PKI . Puncaknya adalah tragedy di Madiun tahun 1948 dan “pembersihan” PKI tahun 1965 yang disebut Ricklefs sebagai benturan antara kaum santri versus kaum abangan (berafiliasi komunis).

Seiring perkembangan zaman, Rikclefs menilai Islamisasi makin terus berkembang. Walau gagal meraih kemenangan dalam pemilu umat Islam sudah memiliki partai dengan basis massa yang besar di zaman Soekarno. Sementara di era Soeharto, walau secara politis Islam ditekan, tapi banyak lembaga-lembaga keislaman yang didirikan dan diresmikan oleh negara, dan pada era reformasi mencapai titik kulminasinya.

“Di era reformasi ini, dapat kita lihat pengaruh fatwa MUI kadang melebihi kemampuan lembaga legislatif negara,” ujarnya.

Ricklefs juga menilai bahwa kuatnya hubungan agama-negara merupakan trend an kecenderungan global saat ini. Ia mencontohkan kuatnya relasi agama Hindu di India dan Kristen Protestan yang berpengaruh besar di Amerika Serikat.[Islampos/ +ResistNews Blog ]