”Ini menjadi menarik, kenapa ? karena perkembangan teroris di Indonesai sudah tidak seksi, karena sudah ditangkapi pemimpinnya dan sudah tidak menarik lagi. Akan tetapi, dinaikkan kembali karena berkenan dengan adanya pakta kekuatan militer antara Amerika Serikat, Australi, dan Indonesia melawan hegemoni China.” Kata Ustadz Son Hadi kepada arrahmah.com saat memberikan pernyataan persnya dihadapan wartawan, Jakarta, Selasa siang (24/4).
Sebab, lanjut pria yang akrab dipanggil ustadz Son ini, isu terorisme akan menjadi pintu masuk bagi Amerika untuk menjalin kemitraan militer dengan Indonesia.
“Jadi hanyalah batu loncatan Amerika untuk menyatakan bahwa di Indonesia ada ancaman dan mereka berhak menempatkan pasukan disini untuk menghegemoni disini dengan pakta pertahanan,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa di awal bulan ini akan dilakukan kesepakatan-kesepakatan militer antara Indonesia dan Amerika.
“Pada awal bulan kemarin ada pentagon datang kesini, tahun 2012 sekitar bulan Februari,itu kontraknya ditanda tangani di Sentul terkait pakta pertahanan Indonesia.” Bebernya.
Indonesia sebagai salah satu entitas pertahanan di Asia tenggara, menurutnya sengaja dilibatkan Amerika untuk maju bersama menghadapi persoalan Myanmar.
“Untuk apa sih Indonesia diikut sertakan pula?, karena ada persoalan Myanmar yang menyeret kepentingan China dan Amerika,” tutur Ustad Son.
Sedangkan jika berbicara kongret gerakan Jihad di Indonesia, menurutnya belum menjadi perhatian besar Amerika Serikat.
“sedangkan kekuatan riil jihad belum ada di Indonesia seperti di yaman, baru simpatisan-simpatisan saja, sejak dulu sudah begitu.”pungkasnya (bilal/arrahmah.com)

