-->

Partai Bentukan Jamaah Islamiyah Ditolak Persetujuannya oleh Otoritas Mesir

ResistNews - Mesir, Senin kemarin (19/9) melarang pembentukan partai politik baru oleh kelompok Islam yang pernah terlibat dalam pemberontakan berdarah.
Kantor berita Mesir mengatakan Komite urusan Partai Politik telah menolak permintaan persetujuan partai yang disampaikan Jamaah Islamiyah, dengan alasan karena partai yang diusulkan didasarkan pada "alasan-alasan keagamaan yang melanggar hukum".
Penolakan tersebut juga disebabkan karena Jamaah Islamiyah mendukung interpretasi yang ketat atas pelaksanaan hukum Islam, khususnya dalam hal hukum "hudud," di mana pencuri dapat dihukum dengan dipotong tangan mereka dan pembunuh bisa menghadapi hukuman dibunuh.
Jamaah Islamiyah, sebelumnya adalah kelompok militan Islam terbesar di Mesir, mengobarkan pemberontakan melawan pemerintah pada era 1990-an, tetapi kemudian memutuskan meninggalkan aksi kekerasan.
Mufti kelompok, Abdul-Akhir Hamad, yang menghabiskan hidupnya di pengasingan di Jerman, mengatakan kelompoknya menyerukan penegakakkan hanya hukum Syariah sebagai konstitusi Mesir, dan menganggap Syariah sebagai sumber utama legislasi.
"Keputusan penolakan komite urusan partai politik ini tidak berdasar," katanya dengan tegas. "Kami terus terang sangat terkejut."
Setelah pemecatan Presiden Mesir Hosni Mubarak pada Februari lalu, dewan militer yang berkuasa di Mesir mengeluarkan dekrit pelonggaran kondisi untuk membentuk partai politik baru.
Orde baru ini memberikan hak bagi warga negara untuk mendirikan partai-partai dengan memberitahukan komite peradilan yang baru didirikan.
Meskipun begitu, tetap ada pembatasan. Dewan militer yang berkuasa melarang pembentukan partai-partai politik atas dasar agama dan melarang pembentukan partai yang melakukan diskriminasi terhadap warga negara berdasarkan ras atau keyakinan agama.
Kelompok Islam terbesar dan paling berpengaruh di Mesir, Ikhwanul Muslimin, di era kebebasan Mesir ini mengumumkan pembentukan partai Kebebasan dan Keadilan. Sedangkan kelompok Salafi ultrakonservatif juga membentuk partai Nur, Fadhilah, Ishlah dan Ashalah.(fq/ap/eramuslim.com)