
Selama seminggu terakhir, halaman Facebook telah memanggil warga Yordania untuk menghadiri "demo jutaan massa terhadap kedutaan besar Israel di Amman. Khawatir akan ada serangan kekerasan seperti yang terjadi di kedutaan mereka di Kairo pada akhir pekan lalu, Israel memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan lebih memilij menutup kedutaan.
Staf kedutaan besar Israel di Amman biasanya kembali ke Israel setiap akhir pekan, dan pada hari Kamis ini mereka akan membuat perjalanan kembali ke negaranya lebih awal.
Sebelumnya pada Rabu kemarin (14/9), demonstran menuntut penutupan Kedutaan Besar AS di Yordania setelah kabel Wikileaks menunjukkan rencana rahasia AS untuk mengubah Yordan, menjadisebuah rumah untuk pengungsi Palestina.
Sekitar setengah dari 6 juta penduduk negara itu berasal dari Palestina.
Dan pada minggu ini Raja Abdullah II berbicara keras menentang Yordania sebagai pengganti negara Palestina, sebuah konsep yang disukai oleh minoritas ekstremis di kalangan Yahudi Israel. (fq/ynet/eramuslim.com)
